BENGKALIS, GORIAU.COM - Meski APBD Kabupaten Bengkalis terbilang besar, tapi banyak persoalan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan perlu medapat dukungan baik dari APBN maupun APBD Provinsi Riau. Apalagi secara geografis merupakan pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga, sehingga harus mendapat perhatian.

''Kita dekat dengan negara luar, jangan sampai diabaikan dalam pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Semua program harus masuk, baik itu sharing dari provinsi maupun pusat. Kita well come,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Moch. Sukri pada pertemuan Forum Koordinasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Riau yang digelar di Bengkalis, Rabu (25/6/2014).

Dipaparkan Sukri, ada sejumlah persoalan kesehatan di Negeri Junjungan yang perlu penanganan secara bersama. Misalnya, saat ini Kabupaten Bengkalis masih kekurangan tenaga bidan PTT (pegawai tidak tetap) untuk ditempatkan di desa-desa mengingat Bengkalis sendiri belum bisa untuk melakukan pengangatan.

''Ada beberapa bidan PTT sudah mengundurkan diri. Kita berharap pada provinsi untuk menempatkan bidan desa sebanyak-banyaknya, terutama untuk desa-desa yang berada di pulau terluar seperti Bantan dan Rupat. Jangan sampai mereka bermigrasi ke negara tertangga,'' ujar Sukri.

Sukri juga memaparkan sejumlah program Pemkab Bengkalis di bidang kesehatan, baik yang sudah berjalan, sedang berjalan maupun yang akar berjalan. Seperti program jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesmasda) yang sudah digulir sejak tahun 2011.

''Semua masyarakat Kabupaten Bengkalis ditanggung berobat secara gratis oleh Pemkab Bengkalis, tanpa melihat perbedaan ekonomi. Masyarakat cukup memperlihatkan KTP dan KK Kabupaten Bengkalis, sudah bisa menikmati fasilitas tersebut,'' tegas Sukri seraya menambahkan untuk saat ini jumlah masyarakat Kabupaten Bengkalis yang terdaftar dalam program Jamkesmasda sebanyak 300.000 jiwa. Sementara yang belum terdaftar sebanyak  34.000 jiwa.

Ditambahkan Sukri, untuk mempermudah masyarakat mencapai pusat-pusat kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, Pemkab Bengkalis juga menganggarkan bantuan ambulans desa. Saat ini desa yang telah mendapat bantuan ambulans sebanyak 66 ambulans dan untuk tahun ini akan dianggarkan kembali sebanyak 22 ambulans lagi.

''Target kita tahun 2015, tiap desa yang ada di Kabupaten Bengkalis memiliki ambulans. Tujuan kita agar masyarakat yang jauh dari pusat-pusat kesehatan bisa cepat tertangani bila membutuhkan,'' ujar Sukri.

Pemkab Bengkalis juga telah membangun sejumlah puskesmas rawat inap, puskesmas biasa, polindes dan fasilitas kesehatan lainnya kendati secara fasilitas maupun pelayanan mungkin masih belum sempurna. Pemkab juga berencana akan membangun rumah sakit di Pulau Rupat yang tanahnya sudah ada serta pusat rehabilitasi narkoba di Bengkalis dan Mandau, tahun ini sudah dianggarkan detail enggenering disain (DED).

Ditambahkan Sukri, pihaknya juga berencana akan membangun 1.000 jamban sehat dalam upaya menekan angka penyakit diaere serta pembangunan instalasi pengelohan akhir limbah (IPAL). ''Silakan, apa yang provinsi bisa bantu, kita siap menerima,'' ujar Sukri. (jfk)