PEKANBARU – Padatnya jadwal persidangan dan penyerapan aspirasi di Senayan tidak membuat Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Riau, Yulisman berhenti mengasah kapasitas diri. Politikus ini baru saja mempertahankan draf penelitiannya dalam ujian seminar proposal tesis untuk Program Magister Hukum di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Senin (8/9/2026).

Sebelum menapaki jenjang pendidikan hukum, Yulisman tercatat telah menyandang gelar Magister Manajemen dari program pascasarjana di kampus yang sama. Keputusannya kembali menduduki bangku kuliah bukan tanpa dasar, melainkan untuk memperkuat perannya di lembaga legislatif.

"Alhamdulillah, hari ini saya bisa melaksanakan seminar proposal dalam rangka meraih gelar MH di Pascasarjana Unilak. Selama hampir 1,5 jam proposal tesis diuji di depan empat penguji dan dosen pembimbing," terang Yulisman usai persidangan akademik tersebut.

Bekal Mengawal Legislasi

Dalam studinya kali ini, Ketua Golkar Riau tersebut memilih konsentrasi pada hukum tata negara. Ia menyadari bahwa rutinitasnya sebagai wakil rakyat tidak pernah lepas dari dinamika produk perundang-undangan dan pengawasan kebijakan pemerintah.

"Sebagai anggota DPR RI, pemahaman tentang hukum sangat dibutuhkan. Kami menambah ilmu lagi di bidang ini karena ilmu hukum bagi manusia sangat penting," urainya.

Ia meyakini bahwa pendidikan adalah proses berkelanjutan yang memberikan dampak langsung pada kualitas pengambilan keputusan di ruang publik. Baginya, pemahaman mendalam tentang ketatanegaraan akan memudahkannya merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat Riau.

"Kita manusia perlu banyak tahu. Semakin banyak tahu dengan ilmu yang dipelajari, insyaAllah setiap tugas bisa kita lewati dengan baik," tambahnya.

Keteladanan di Bangku Kuliah

Langkah Yulisman untuk terus menuntut ilmu di tengah kesibukan politiknya membuahkan apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Pembimbing Magister Hukum Unilak, Dr Bagio Kadaryanto, SH MH menilai etos belajar mahasiswanya tersebut patut dijadikan inspirasi bagi generasi muda maupun masyarakat luas.

"Semangat belajar Yulisman sangat luar biasa dan layak dicontoh. Di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, beliau tetap konsisten menuntut ilmu. Ini menjadi panutan bahwa belajar tidak mengenal batas usia dan jabatan," puji Bagio.

Menurut Bagio, membagi fokus antara membedah buku-buku hukum dan memperjuangkan aspirasi rakyat bukan perkara mudah. "Meluangkan waktu, memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan dijalani bersamaan dengan kuliah tentu membutuhkan daya juang yang besar," imbuhnya.

Dukungan untuk Program Doktoral

Adapun tim penguji dalam seminar proposal tesis tersebut terdiri dari para pakar hukum Unilak, yakni Assoc Prof Dr Bagio Kadaryanto, SH MH, Dr Hasan Basri, SH MH, Dr Robert Libra, SH MH, dan Assoc Prof Dr Silm Oktavani, SH MH.

Mengakhiri pertemuannya di lingkungan kampus, Yulisman turut menyuarakan dorongan agar Unilak terus mengembangkan kapasitas instansinya. Ia menyambut positif rencana pihak universitas untuk membuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi guna mencetak generasi terpelajar di Bumi Lancang Kuning.

"Saya dukung penuh program doktor Manajemen dan Hukum Unilak agar ke depan semakin banyak lahir sumber daya manusia Riau yang unggul dan berkarakter," pungkasnya. ***