
BENGKALIS GORIAU.COM - Janji tinggal janji. Katanya, sebelum puasa tidak ada lagi pemadaman bergilir dilakukan PLN Bengkalis, nyatanya pemadaman bergilir tetap dilakukan, bahkan makin parah hingga ini.
Untuk kota kecil Bengkalis, malam minggu bukan hanya menjadi miliknya para anak-anak muda, tapi juga semua lapisan usia warga kota. Biasanya warga kota berkumpul di lapangan pasir Andam Dewi, di tepi air mancur atau lapangan Tugu, diterangi sinaran lampu-lampu tower dan hias yang indah.
Tapi apa lacur, ratusan warga yang keluar rumah dibuat kecewa, lapangan Tugu gelap gulita. Begitupun taman air mancur tidak menyembur, sedangkan lampu-lampu di sekitaran lapangan pasir dan pelabuhan BSL juga sudah lama menjadi arwah.
''Semakin hari bukannya semakin terang, malah makin gelap. Kemarin pas musim lebaran lampu-lampu jalan sempat hidup, sekarang mati lagi. Mestinya kalaupun lampu jalan mati, lampu yang ada di tiang-tiang tinggi tu hidupkanlah, nampak sikit wajah kota saat malam,'' ujar Endi, warga Bengkalis.
Endi tidak hanya mempersoalkan lampu-lampu jalan di kota Bengkalis yang gelap gulita, tapi pemadaman bergilir yang dilakukan PLN juga sudah tidak seperti biasanya. Kalau dulu kata Endi pemadaman 10:1 (10 malam hidup, 1 malam mati,red), tapi sekarang tidak lagi,makin sering.
''Seperti minggu lalu, pas malam Minggu mati di rumah kami, belum sampai 10 hari sudah mati lagi, bahkan belum sampai 1 minggu. Kok makin parah kondisi listrik kita,'' keluh Endi.
PLN juga tidak bisa memberikan penjelasan pasti kapan listrik di Bengkalis normal atau tidak lagi defisit. Paling-paling PLN hanya mengatakan, mesin milik pihak ketiga sedang mengalami kerusakan,saat ini sedang dilakukan perbaikan.
''PLN Sepertinya tidak ada beban, karena selalu melemparkan persoalan yang ada kepada pihak ketiga,'' papar Firdaus pula.
Berharap penuh kepada PLN Bengkalis sepertinya jauh panggang dari api. Tersebab itu pula, Pemkab Bengkalis berupaya melobi PLN pusat agar ada penambahan daya yang signifikan untuk Bengkalis. Paling tidak ada sambungan jaringan interkoneksi dari daratan Sumatera ke Pulau Bengkalis.
''Dari pertemuan itu nanti kita berharap ada keputusan yang menggembirakan, terutama soal keinginan kita agar dibangun jaringan interkoneksi dari Dumai menuju Sei- Pakning lalu jaringan bawah laut ke pulau Bengkalis,'' papar Kadistamben, H Heri Indra Putra, baru-baru ini.
Dijelaskan, bahwa rencana atau usulan pembangunan jaringan interkoneksi tersebut sudah dilakukan setahun lalu, yakni melalui Buton Kabupaten Siak menuju Siak Kecil Bengkalis. Sayangnya, rencana atau usulan tersebut urung trealisasi.
Selain berharap ada jaringan interkoneksi dari daratan Sumatera, menurut Heri pembangunan jaringan listrik oleh Pemkab Bengkalis juga tetap akan digesa. Lumrahnya, ketika jaringan sudah terpasang, maka PLN sedaya upaya akan mensuplay daya, walau dengan konsekuensi tetap dilakukan pemadaman bergilir.(jfk)