PEKANBARU – Perjalanan karir Jisra Arif SIp, atlet panahan asal Riau, meraih prestasi gemilang saat berhasil masuk dalam pelatnas pada tahun 2010, tidaklah mudah.

Sejak memulai debutnya di kejuaraan nasional junior pada tahun 2008 di Bali, Jisra sudah menunjukkan bakatnya dengan meraih medali perunggu perorangan dan perak beregu.

Puncak karirnya pun datang pada tahun 2010 ketika ia berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan nasional umum di Jakarta dan diundang ke pelatnas.

Dalam kurun waktu delapan tahun, Jisra berhasil mengumpulkan total 55 medali dari kejuaraan nasional antara tahun 2008 hingga 2016, dengan rincian 15 emas, 18 perak, dan 22 perunggu. Prestasinya yang gemilang tentunya menjadi inspirasi bagi para atlet muda di Riau.

Jisra lahir di Pekanbaru pada tanggal 28 Januari 1993. Bakatnya dalam olahraga panahan sudah terlihat sejak usia dini, dan dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi, ia berhasil mencapai puncak karirnya sebagai atlet panahan yang diakui secara nasional.

"Awalnya saya hanya mencoba-coba di bidang olahraga ini. Tapi ketika mendapat medali perunggu perorangan dan perak beregu di kejuaraan nasional junior di Bali pada tahun 2008, saya semakin termotivasi untuk terus berlatih dan berkompetisi. Saya berterima kasih kepada keluarga dan pelatih saya yang selalu mendukung dan membimbing saya selama ini," ujar Jisra.

Dengan bakat dan kerja keras yang dimilikinya, Jisra Arif SIp telah membuktikan bahwa kesuksesan tidaklah datang dengan mudah.

Prestasinya yang gemilang di bidang olahraga panahan patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi para atlet muda Riau.

''Yang penting teruslah berlatih, jangan berhenti. Berlatih dan berlatih,'' tutupnya. ***