PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Kakan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA, menghimbau pada seluruh umat beragama dari semua agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, khususnya dari kalangan remaja, pemuda dan generasi penerus lainnya di Rohul, untuk tidak ikut-ikutan merayakan Valentine Day atau hari kasih sayang, sebab kegiatan ini pangkal dari sebuah kemaksiatan.

 Kegiatan yang biasa diperingati pada tanggal 14 Februari setiap tahun ini, bukan bersumber dari ajaran agama tertentu, juga bertentangan dengan ajaran-ajaran agaman, tapi itu hidup dan berkembang di Indonesia, valentine day biasa diperingati dengan kegiatan bersifat negative, pergaulan bebas, merusak moral dan menyesatkan generasi muda.

 Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul di kantornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah Rokan Hulu, Pasir Pengaraian, Rabu (12/2/2014).

Dikatakannya, valentine day peringatan sebuah hari, pasangan muda mudi bebas berbuat sekehendaknya, termasuk melakukan hubungan seksual tanpa ikatan perkawinan, jIka hal ini dilakukan, maka secara otomatis akan menjerumuskan generasi muda pada kehancuran.

"Secara jujur harus diakui saat ini banyak anak-anak muda kita, terjebak dalam kegiatan valentine day ini, mereka mengira ini bersumber dari ajaran agama, sebab dibumbui dengan istilah 'kasih sayang'. Memang semua agama mengajarkan kasih sayang, tapi ada aturan mainnya. Ini budaya Barat yang dapat menjerumuskan anak-anak kita," tegasnya.

Untuk itu, Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar para pelajar, remaja, pemuda, dan generasi muda lainnya, untuk tidak ikut-ikutan merayakan valentine day ini, sebab hal ini sumber kerusakan moral.

Kakan Kemenag juga berharap agar seluruh guru, baik guru sekolah maupun guru madrasah, serta para tokoh agama dari semua lapisan umat beragama, dan termasuk orang tua, agar dapat mengawasi anak didik dan anaknya masing-masing dari kegiatan-kegiatan valentine day ini.

Selanjutnya kepada semua pihak, Pemerintah Daerah, Aparat Kepolisian dan lain sebagainya, supaya semuanya ikut aktif dan proaktif melakukan pengawasan, demi menyelamatkan generasi masa depan bangsa ini.(srt)