
PEKANBARU – Kasus bayi berusia 1 bulan yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau bukan karena adanya kelalaian dari pelayanan.
Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Medik dan Perawatan RSUD Arifin Achmad, dr Annisa Indrasari, MM kepada GoRiau.com, Sabtu (16/3/2024) siang.
"Pasien atas nama VAN masuk ruang IGD pada tanggal 5 Maret 2024 sekitar pukul 21.00 WIB. Pada keesokan harinya pasien dipindahkan ke ruang Anggrek 1. Dari asesmen perawat pagi, ibu pasien mengatakan anaknya sudah demam selama dua hari," terang dr Annisa.
Selain VAN mengalami demam dua hari, lanjut dr. Annisa, pasien juga mengalami kemerahan mata sebelah kanan.
"Mata sebelah kanan pasien merah dan membengkak serta kesadaran juga lemah. Dan akan dikonsultasikan ke dokter spesialis mata," sebut dr Annisa.
Dihari yang sama, sebut Annisa, sekitar pukul 16.00 WIB keluarga pasien mengeluh air mata anaknya kemerahan.
"VAN semakin rewel dan disitu perawat langsung menghubungi dokter anak. Setelah menghubungi dokter tersebut, keluarga korban dianjurkan untuk memberikan kompres mata menggunakan NACL serta memberikan resep obatnya. Perawat juga mengatakan bahwa resep obat yang diberikan berguna untuk mengurangi nyeri pada mata anak. Serta memberikan cara penggunaan resep sesuai dari dokter spesialis anaknya," beber dr. Annisa.
Pada tanggal 7 Maret 2024 sekitar pukul 08.00 WIB dr. Annisa mengatakan dari pergantian sift malam kesadaran pasien cukup bagus.
"Ibu pasien mengatakan anaknya lebih tenang setelah diberikan resep obat dari dokter spesialis anak. Sekitar pukul 09.00 WIB dokter spesialis anak (penanggung jawab pasien) melakukan kunjungan yang didampingi tim," ungkapnya lagi.
Setelah itu dokter spesialis anak akan merencanakan untuk melakukan konsultasi gizi dan konsultasi mata.
"Dokter sedang menunggu hasil pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis sementara obat penanganan tetap diberikan. Dalam waktu 40 menit sekitar pukul 10.30 WIB orang tua melapor kepada perawat bahwa anaknya VAN tidak sadar," ujar Annisa.
Dokter spesialis anak yang kebetulan masih berada di RSUD Arifin Achmad beserta langsung mengambil tindakan suction resusitasi jantung paru (RJP) kepada pasien VAN.
"Pada saat dilakukan RJP tampak keluar susu dari hidung. Dan dokter bertanya kepada ibu pasien apakah anak baru diberikan susu sebelumnya. Dan ibu pasien mengatakan dirinya baru memberikan susu kepada VAN dalam posisi berbaring dan sekitar pukul 11.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga," terangnya.
"Kami dari pihak management RSUD Arifin Achmad kembali menyampaikan atau mempertegas tidak ada dugaan mall praktek. Karena sudah ada petugas kami sudah bekerja sesuai SOP dan semua dikerjakan berdasarkan persetujuan pihak pasien dan ada buktinya. Tidak ada juga kesalahan dalam pemberian obat atau resep seperti dugaan keluarga pasien. Intinya kami bekerja sesuai sistem, Teman-teman bekerja terkoordinir dan tidak hanya diputuskan oleh satu dokter," pungkas dr. Annisa. ***