SELATPANJANG, GORIAU.COM - Baru tiga tahun digunakan, Jalan Alahair yang dibangun dengan sistem cor oleh Pemkab Meranti sudah mulai mengalami kerusakan yang cukup berarti. Kondisi itu tidak hanya menyulitkan pengendara sepeda motor ketika melintas, tapi juga cukup membayakan keselamatan pengguna jalan.
"Coba kalian perhatikan dari simpang Jalan Rintis sampai ke simpang Puskesmas, hampir sepanjang jalan mengalami kerusakan dan penuh dengan lobang. Bahkan ada beberapa titik tertentu besinya sudah mulai tumbuh," kata Akbar, warga sekitar kepada wartawan, Minggu (27/4/2014) kemarin.
Pria bertubuh tinggi tegap itu menduga bahwa kerusakan jalan tersebut akibat dikerjakan secara asal-asalan oleh rekanan sehingga badan jalan menjadi rapuh dan mudah rusak ketika dilewati kendaraan. Padahal selama ini kendaraan yang kerap melintas lebih didominasi sepeda motor. Â
Pernyataan sama juga disampaikan Adi, warga Gogok Darussalam yang kebutulan dijumpai ketika berhenti di dekat Musalla Al Manar. Dia mengaku sangat prihatin melihat kondisi jalan yang dibangun sepanjang kurang lebih 1 Km tersebut. Pasalnya, kerusakan jalan juga turut mengancam dirinya selaku pengendara sepeda motor.
"Memang, setahu saya sampai saat ini belum ada memakan korban nyawa. Tapi, kalau kondisi jalan seperti ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan ada korban nantinya. Oleh karena itu, saya berharap Pemkab Meranti segera memperbaikinya sehingga masyarakat benar-benar nyaman saat melintasi jalan ini," sebut Adi, sambil menunjukkan sejumlah lobang jalan yang terdapat di sekitar Musalla Al Manar.
Pernyataan kedua pria itu tidak bisa dipungkiri. Dari hasil pantauan di lokasi, ternyata kerusakan terparah memang terdapat di sekitar Musalla Al Manar. Bahkan beberapa meter dari lokasi juga terdapat kerusakan yang membentuk lobang melintang yang cukup membahayakan pengendara sepeda motor. Â
Sekretaris Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, HM Adil, yang dikonfirmasi tentang hal itu, Senin (28/4), mengaku sangat kecewa dengan pekerjaan yang semacam itu. Dia juga meminta agar instansi terkait mem-blacklist rekanan yang mengerjakannya.
"Sudah dari dulu saya selalu sampaikan persoalan ini lewat media, tapi tetap saja tidak ada tanggapan dari Pemkab Meranti. Berarti kan ada pembiaran. Termasuk pembangunan jalan Imam Bonjol yang dikerjakan oleh rekanan hanya sebelahnya saja. Laporan yang seperti itu sudah sangat sering saya terima dan kita sampaikan baik secara langsung maupun lewat media. Sekarang tergantung niatnya saja," ucap politisi Partai Hanura ini.
***