PEKANBARU - Mucikari berinisial D mengakui kalau dirinya baru bekerja selama tiga bulan sebagai kasir di tempat hiburan SCH, Jalan Siak II, Pekanbaru, Riau. Walau seumur jagung, sang mucikari ternyata punya 'stok' wanita puluhan orang yang siap ditawar para tamu untuk menemani minum hingga urusan ranjang.

Hal ini terungkap saat ekspose di Mapolresta Pekanbaru, Kamis (26/5/2016) siang. "Lebih dari 30 orang (wanita) yang kita duga dipekerjakan. Kita masih dalami satu persatu terkait dugaan human traffickingnya," kata Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Ady Wibowo, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Bimo Ariyanto.

"Tarifnya Rp300 ribu, dugaannya termasuk untuk diajak tidur, sewa kamar dan fasilitas lainnya. Kita tengah mendalami sudah berapa lama bisnis ini berlangsung di sana. Kalau untuk wanitanya ada yang berasal dari Pekanbaru dan daerah luar (Riau)," sambung AKBP Ady Wibowo.

Selain bisa 'dieksekusi' di kamar-kamar yang sudah disediakan di SCH tersebut, para wanita ini ternyata juga bisa dibooking ke luar, sesuai kantong si tamu atau si pemesan. "Pengakuannya begitu. Ini kan masih proses terus, sampai nanti aktor utamanya kita dapatkan," tukas dia.

Fakta mencengangkan tersebut juga dibenarkan oleh D. Dengan wajah tertunduk D yang sempat diwawancarai mengakui kalau dia baru bekerja selama tiga bulan di sana. Selama itu, dia mengaku digaji Rp600 ribu perbulannya. "Uang makan Rp35 perhari. Kalau bonus dari wanita tidak ada dapat," kilah dia. ***