PEKANBARU – Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno yang hadir dalam Chief De Mission Meeting (CDM) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau di Kabupaten Kuantan Singingi terlihat kesal dengan Panitia Besar (PB) Porprov Riau.

Pasalnya ada beberapa kepala bidang di PB Porprov Riau yang tidak hadir dalam CDM ini, diantaranya adalah kepala bidang sarana, kesehatan dan juga konsumsi.

Selain ada beberapa kepala bidang dari PB Porprov yang tidak hadir, diketahui juga dari 12 KONI kabupaten dan kota yang diundang. Hanya KONI dari Kabupaten Meranti yang tidak terlihat di Pendopo Kediaman Bupati Kuansing, Jumat (12/8/2022).

Dalam jangka waktu yang hanya menyisakan 3 bulan, Suwarno menegaskan agar PB Porprov Riau segera menentukan sikap.

"Yang paling utama adalah bidang pertandingan, karena kalau bidang pertandingan nggak beres berarti nggak ada pertandingan dan gak ada Porprov. Bidang pertandingan harus beres dulu," ucapnya.

Kemudian Suwarno juga mengingatkan Cabang Olahraga (Cabor) dan juga nomor pertandingan yang bakal dimainkan di Porprov Riau juga harus berorientasi ke Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Porprov ini tujuannya menyiapkan atlet Riau untuk PON, kalau sudah setuju ayo menuju kesana. Nomor pertandingan disesuaikan dengan mengacu kepada PON," jelasnya.

Jika tidak mengacu kepada PON, Provinsi Riau akan merasa rugi. Dan dia juga tidak ingin Porprov Riau mengorbankan nama besar Riau.

"Perlu ada kontribusi dari KONI kabupaten dan kota, minimal 1 emas untuk Riau di PON," tegasnya.

Dengan waktu Porprov Riau yang hanya menyisakan 3 bulan lagi, Suwarno menuturkan sudah tidak ada lagi waktunya untuk PB dan KONI kabupaten kota untuk ribut-ribut, dalam artian PB Porprov dan KONI kabupaten kota harus mencari solusinya secara bersama.

Lebih jauh Suwarno juga menegaskan agar 12 kabupaten dan kota ini tidak mengejar juara umum, terlebih lagi dengan menggunakan cara-cara mendatangkan atlet yang bukan berasal dari daerah peserta Porprov.

Dia meminta agar para peserta Porprov Riau untuk memperbaiki peringkat dari Porprov Riau sebelumnya.

"Kalau punya kekurangan jangan meriahnya kayak percikan kembang api, yang penting sasarannya kena dan sasarannya itu pembinaan atlet," tutupnya. ***