
SIAK - Tingginya angka keluhan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum akhirnya direspons tegas oleh aparat keamanan. Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memindahkan arena unjuk gigi ratusan remaja dari jalanan umum ke Sirkuit Non Permanen Panglima Ghimbam, Kelurahan Kampung Rempak, Sabtu (6/6/2026).
Polisi tidak memungkiri bahwa aksi adu kecepatan di malam hari seringkali memicu keresahan warga dan berpotensi merenggut nyawa pengguna jalan yang tidak bersalah. Menghadapi gesekan sosial tersebut, kepolisian memilih pendekatan yang lebih adaptif dengan merangkul langsung para pelaku balap liar.
"Kami melihat banyak anak muda yang memiliki bakat dan kecintaan terhadap dunia otomotif. Melalui kegiatan ini, Polres Siak mencoba memfasilitasi dan mengakomodir potensi tersebut agar tersalurkan secara positif," jelas Sepuh Ade.
Ia memaparkan bahwa aparat penegak hukum tidak bisa selamanya hanya mengandalkan tilang atau penyitaan kendaraan bermotor. Menghadirkan solusi berupa wadah latihan bersama Drag Bike dinilai jauh lebih manusiawi untuk meredam konflik antara warga dan kelompok pecinta otomotif.
"Kami berharap latihan bersama ini menjadi wadah yang aman, tertib, dan terukur bagi hobi para pecinta otomotif, sekaligus mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara," paparnya.
Menyikapi fenomena ini, Bupati Siak, Afni Zulkifli yang turut hadir di lokasi memastikan bahwa persoalan ketertiban jalan raya adalah tanggung jawab lintas sektoral. Ia menuntut adanya kolaborasi nyata antara pemerintah, polisi, hingga masyarakat di tingkat tapak.
Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kini telah menyepakati aturan main yang tertuang dalam Pakta Integritas. Kesepakatan ini menjadi landasan kuat untuk mewujudkan wilayah yang sepenuhnya bersih dari aktivitas balap liar, sekaligus melahirkan bibit atlet otomotif berprestasi yang taat aturan hukum. ***