
PEKANBARU, GORIAU.COM - Banjir akibat tingginya curah hujan menggenangi dua kecamatan di Kota Pekanbaru dan merendam sekitar 763 rumah. Berdasarkan data yang dihimpun Antara di Pekanbaru, Sabtu, dua kecamatan yang hingga kini tergenang banjir adalah di Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Rumbai Pesisir.
"Di Tenayan Raya ada sembilan titik banjir yang berada di dua kelurahan, yakni Kelurahan Rejosari dan Tangkerang Timur," kata Camat Tenayan Raya, Abdul Rahman.
Ia mengatakan, daerah banjir paling dalam berada di Keluran Rejosari dimana korban banjir mencapai 493 kepala keluarga (KK). Sedangkan, Kelurahan Tangkerang Timur tercatat ada 39 kelapa keluarga yang menjadi korban.
"Ketinggian air pada malam hari mencapai satu meter, dan sekarang mulai surut," katanya.
Ketinggian air kini rata-rata mencapai 30-40 centimeter. Warga sulit beraktivitas, namun belum mengungsi. "Bantuan sudah mulai mengalir dari dinas sosial, dan seterusnya kami mewaspadai penyakit yang muncul akibat banjir sehingga akan ada tenda khusus dari Puskesmas di daerah banjir," katanya.
Sementara itu, di Kecamatan Rumbai Pesisir ketinggian banjir mencapai sekitar setengah meter yang menggenangi sekitar 270 rumah. Sekitar 70 rumah di Kampung Nelayan masih tergenang, begitu juga masjid dan fasilitas umum lainnya.
Kondisi banjir terparah adalah perumahan Witayu yang menjadi langganan banjir setiap curah hujan meningkat. Di perumahan itu ada ratusan rumah tergenang, dan 35 kepala keluarga terpaksa mengungsi di tenda darurat.
"Kami berharap hujan tidak turun supaya banjir tidak naik lagi," kata seorang warga Perumahan Witayu, Akan Tanjung.
Ia mengatakan sebagian besar warga perumahan itu tidak punya pilihan lain untuk menerima banjir, karena tidak punya tempat tinggal lainnya. "Kalau saya punya cukup uang, pasti saya pindah dari tempat banjir ini," katanya.
Di tenda-tenda pengungsian, 35 keluarga terbagi di tujuh tenda bantuan pemerintah setempat. Banyak warga yang mengungsi, terutama anak-anak, mulai terserang deman dan flu. (ant)