
PEKANBARU - Rencana pembangunan Fly Over oleh pemerintah di persimpangan Mal SKA Kota Pekanbaru, Riau tentunya berdampak dengan 'nasib' Tugu Selamat Datang yang merupakan salah satu Ikon kota, dan sudah berdiri cukup lama.
Tentu keberadaan Patung selamat datang tersebut sedikit banyaknya menganggu proses pengerjaan Fly Over, yang rencananya tuntas pada 2018 ini. Mensiasatinya, pemerintah pun berencana melakukan pemindahan, namun itu masih menunggu kesepakatan.
"Untuk pemindahan kewenangannya bukan pada dinas. Menurut wacana ada dua opsi, diantaranya fisik patung dipindahkan atau nilai (Dari fisiknya, red) yang dipindahkan," tutur Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra.
"Itu nanti tergantung keputusan dari tim Pemko, karena itu aset perlu juga kita pertahankan, setidaknya nilai asetnya. Kalau kita kan mengusulkan, keputusannya kita ikut saja. Kalau pelaksanaan (Pengerjaan) itu pada Pemprov," jawabnya kepada GoRiau.com.
Maksud dari pemindahan nilai dari fisik objek, di mana nilai fisik bisa dipindahkan dalam bentuk lain. Misalnya jika nilai fisiknya Rp200 juta, berarti nilai itu bisa dipindahkan ke mana saja dalam bentuk lain.
Seperti apa nasib dari Patung pada tugu Selamat Datang atau Tugu Tepak Sirih, yang berbentuk patung wanita berkerudung sedang memegang tepak ini, tentunya tergantung keputusan pemerintah.
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pelaksanaan rencana pembangunan dua Fly Over, diantaranya persimpangan Mal SKA dan Pasar Pagi Arengka dapat dituntaskan dalam kurun waktu setahun ini.
"Ini sedang lelang, mudah-mudahan Desember sudah tuntas," ungkap Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto. Adapun anggaran untuk Fly Over simpang Mal SKA mencapai Rp160 Miliar, dan Pasar Pagi Arengka senilai Rp80 Miliar. ***