
BOGOR - Anak Riau kembali mengukir prestasi gemilang dipanggung nasional dan internasional, hal ini makin menegaskan anak Riau mampu dan tak diragukan lagi. Dalam perhelatan Akbar yang dihadiri 700 praktisi Hubungan Masyarakat peserta Konvensi Nasional Humas 2017 yang menghadiri Malam Budaya dan Anugerah Humas tadi malam di Balai Kota Bogor, memberikan apresiasi kepada Azizon Nurza, S,Pi, MM selaku CSR & Corporate Communication Manager PT Mifa Bersaudara sebuah perusahaan tambang batubara dari Meulaboh – Aceh Barat yang berhasil meraih 2 katagori Perhumas PR Excellence Awards 2017 untuk kategori ''Crisis PR Handling''.
Azizon mengambil judul program, ''Pioneer & Sustainability PT Mifa Bersaudara ditengah transformasi tatanan sosial masyarakat Aceh pasca konflik dan tsunami  dan Corporate Social Responsibility Program dengan judul program Mengamankan investasi PT Mifa Bersaudara didaerah bekas konflik dan tsunami melalui pendekatan Corporate Social Responsibility ''.
Ketua Umum Perhumas, Agung Laksamana, MSc., IAPR dalam sambutannya mengatakan, Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) yang merupakan organisasi profesi Public Relations yang didirikan 45 tahun yang lalu, dalam rangkaian acara Konvensi Nasional Humas (KNH) tahun 2017 memberikan penghargaan definitif untuk Insan Kehumasan dalam 10 katagori meliputi; Social & Public Campaign (termasuk PR Program Pemerintah), Corporate PR Program, Crisis PR Handling, Marketing PR Program, Corporate Website, Social Media & Digital PR Capaign, Corporate Social Responsibility (CSR) Program, Internal PR Program, In House Magazine dan Corporate Internet. Penilaian diberikan secara independent oleh Tim Penilai yang berisi para ahli Public Relation yang sudah sangat berkompeten.
Salah satu peserta KNH 2017 dari Indonesia Timur, Ahmadi Sentana mengatakan, â€Tidak heran dengan prestasi yang dicapai oleh PT Mifa Bersaudara  yang mampu mengalahkan perusahaan nasional yang sudah lama berkiprah. Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan Bang Azizon yang merupakan salah satu tokoh Humas Indonesia yang sudah 20 tahun berkiprah. Dalam rekaman kami beliau pernah bertugas sebagai Senior Public Relation Head PT Riau Andalan Pulp & Paper, PR, CSR & Security Superintendent Kondur Petroleum, Staff Ahli Direktur PT BSP Bidang External Relation & CSR dan Team Manager Governmnet & Public Relation Badan Operasi Bersama (BOB) PT. BSP – PT Pertamina Hulu Energi sebelum bertugas di Aceh. Sebagai anggota Perhumas kami salut dan terinspirasi untuk bisa berbuat yang sama,  ujar Ahmadi dan diiyakan teman-temannya.
Dalam pantauan wartawan dalam rentang tahun 2017 ini, PT Mifa Bersaudara walau berada diujung Sumatera dan masih berusia muda telah mampu mengukir berbagai prestasi bergengsi dibidang CSR & Public Relation diantaranya; CSR Award 2017 Peringkat Pertama dari Kabupaten Aceh Barat, Cipta Guna Sehati (Bidang Bhakti Kesehatan) dan Didaktika Pratama Unggul (Bidang Pendidikan) CSR Indonesia Award 2017 dari Majalah CSR dan MAPRINDO Jakarta, nominasi CSR International Award dari Karunya University India dan diujung tahun 2017 mendapat 2 penghargaan PR Excèllance Award 2017. Sedangkan PT BEL meraih ISDA 2017 dari CFCD.
Azizon Nurza saat diwawancara wartawan menyampaikan, Kami berterimakasih kepada Perhumas atas penghargaan yang diberikan, hal ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas program PR & CSR agar lebih efektif dan efisien serta bisa menjadi salah satu model bagi kawan-kawan praktisi PR & CSR Indonesia. Pada malam ini saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direksi atas support dan dukungannya, Tim Hebat kami di Aceh, Kepala Teknik Tambang, Adi Risfandi beserta jajaran manajemen lapangan, Comdev & Land Acquisition Superintendent, Tengku Kaddhafi Al Munir, Land Acquisition Supervisor, Ridwansyah, Media Relation Coordinator, Nazaruddin, Community Development Officer Hermanto dan Ismail. Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras kawan-kawan yang bekerja profesional dan bekerja ikhlas, ujar mantan aktivis masiswa 1998 asal Riau ini menutup wawancara.
Profil Azizon Nurza
Profil Azizon Nurza tiada yang berubah dari mantan pentolan aktivis mahasiswa 1998 asal Riau ini, kreatifitas, karya, prestasi dan organisasi masih selalu menyertai hari-hari bahagianya. Tokoh intelektual muda Melayu Riau ini, dilahirkan di kampung halaman sang ibunda, Bagan Siapi-api - Rokan Hilir 42 tahun yang lalu dari pasangangan bahagia Drs. Zenal Abidin dan Nursiah Sani yang merupakan pensiunan guru SD. Masa kanak-kanak dihabiskan di kampung ayah, Sungai Apit & Sungai Bayam Kabupaten Siak. Yong Izon (panggilan akrabnya) dibesarkan dalam kekentalan nuansa kemelayuan dan Islam.
Semangat ke-Melayuan, ke-Islaman dan kesederhanaan diwariskan sang ayah kepadanya sedangkan motivasi untuk sukses dan jiwa kepemimpinan diwariskan sang ibunda. Masa kecil dikampung telah banyak memberikan warna bagi komitmen dan keberpihakannya dengan masalah yang melilit komunitas masyarakat Melayu khususnya dan masyarakat tertindas pada umumnya, serta mimpi besarnya untuk bisa membantu sesama dan menginspirasi generasi muda untuk tidak menyerah dengan keadaan.
Mengawali karir saat mahasiswa dengan menjadi Penanggungjawab Program Bina Desa di Teluk Sono kerjasama SMPT Unri dengan PT Chevron tahun 1996 yang berhasil dengan baik, sebelum selesai ujian sarjana sebelum wisuda Azizon sudah dilamar PT Riau Anadalan Pulp & Paper pada tahun 1998 untuk posisi Community Development Staff dan karirnya melejit cepat dan sebelum mengundurkan diri diusia 29 tahun sudah menjabat Senior Public Relation Head dengan menolak tawaran Deputy Director CSR dan menerima tawaran Kondur Petroleum SA untuk menjabat Public Relation & Security Superintendent. Katanya tawaran Kondur ini penting diambil untuk menginspirasi anak Riau agar jangan takut bersaing sebab 25 tahun beroperasi Azizon adalah anak Riau pertama yang menjabat posisi itu. Tak sampai 3 tahun, Azizonpun mengundurkan diri dan menerima permintaan tokoh Riau untuk memperkuat posisi anak Riau mengelola Block CPP dengan posisi Staff Ahli Direktur Utama PT Bumi Siak Pusako bidang CSR dan External Relation dan merangkat Team Manager Government & Public Relation Badan Operasi Bersama (BOB) PT BSP – PT Pertamina Hulu Energi. Karena ikut menjadi Bakal Calon Wakil Gubernur Riau pada tahun 2013 Azizon mengundurkan diri, setelah gagal memperoleh dukungan Partai, Azizon meninggalkan Riau dan menerima tawaran berkiprah di Bumi Serambi Mekkah Aceh menjabat posisi penting di dua perusahaan tambang batubara pertama dan terbesar didaerah bekas konflik dan tsumani. (rls)