PEKANBARU, GORIAU.COM - Rencana majunya, politisi senior PPP Riau, Wan Abu Bakar sebagai calon Gubernur Riau lewat jalur independen, bukan hanya menjadi perhatian dari calon pesaing, namun juga muncul dari internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Keinginan PPP, jangan sampai ada dua calon dalam satu rumah karena kondisi ini akan memecah dukungan suara.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Riau, Azis Zainal menjawab GoRiau.com mengatakan, PPP punya orientasi yang lebih besar untuk kemajuan partai dan daerah, bukan untuk kepentingan orang per orang. ''Bukan juga untuk kepentingan saya pribadi, karena itu, kita hanya bisa menghimbau Pak Wan tidak maju sebagaimana juga himbauan dari DPP,'' ujarnya.

Menurutnya, kalau dirinya maju dan Wan Abu Bakar juga maju, maka suara PPP akan pecah. ''Sayang saja, kalau suara terpecah. Saya tidak tahu apakah ada sanksi atau tidak dari DPP PPP. Saat kami rapat di DPP kemaren, besar kemungkinan DPP akan memberi sanksi administrasi untuk Wan Abu Bakar, hanya saja apa bentuknya sampai sekarang belum diketahui,'' jelasnya.

Meski begitu, Azis Zainal juga tidak sepakat kalau sanksi untuk Wan Abu Bakar sampai ke pemecatan. Menurutnya, Wan Abu Bakar merupakan tokoh PPP yang potensial. ''Kita lebih baik melakukan pendekatan persuasif dulu dengan Pak Wan, ini untuk kepentingan partai yang lebih besar. Tapi kita juga tak bisa melarang wan Abu Bakar maju, meski begitu kita berharap DPP melakukan pembicaraan dengan Wan Abu Bakar dalam waktu dekat,'' harapnya.

Lagi pula tambahnya, rencana majunya Wan Abu Bakar sebagai calon gubernur Riau dari jalur independen, belum tentu mulus. Masih kurangnya dukungan sebesar 17.000 suara dari 157 ribu yang diharuskan merupakan langkah berat Wan Abu Bakar untuk melenggang ke Pilkada Riau. ''Saat ini Wan Abu Bakar baru mengumpulkan 140 ribu dukungan, sulit untuk menambah 17 ribu lagi dalam waktu dekat, apalagi dukungan itu juga harus diverifikasi,'' jelasnya.

Sementara itu menjawab peluang pasangannya dengan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Azis mengatakan hingga saat ini belum bisa dipastikan. ''Kita belum memutuskan dengan siapa akan berpasangan, kita hanya punya SK penunjukkan saya untuk maju pada Pilkada baik sebagai gubernur maupun wakil gubernur. Tapi sekarang kita sudah mulai melakukan pendekatan yang lebih intensif dengan beberapa calon,'' tegasnya. (nti)