PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru memulai langkah ambisius untuk menghapus sekat digital di tengah masyarakat. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan pemasangan 1.000 titik wifi gratis yang tersebar di berbagai ruang publik guna menjamin akses informasi dan layanan birokrasi yang lebih inklusif.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa ketersediaan internet di ruang terbuka bukan lagi sekadar fasilitas penunjang, melainkan kebutuhan dasar di era transformasi digital. Ia mengungkapkan bahwa percepatan proyek ini akan mengandalkan skema kolaborasi dengan sektor privat demi efisiensi anggaran dan luasnya jangkauan jaringan.

"Kita akan melibatkan badan usaha untuk pemasangan wifi gratis ini di ruang-ruang publik sehingga bisa diakses secara mudah oleh warga," ungkap Agung Nugroho, Jumat (23/1/2026).

Penekanan serupa disampaikan Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra. Menurutnya, hambatan utama warga dalam mengakses layanan pemerintah saat ini adalah keterbatasan kuota internet untuk mengunggah dokumen-dokumen persyaratan yang berukuran besar.

Ardiansyah Eka Putra, atau yang akrab disapa Bang Yayan, merinci bahwa ketersediaan wifi gratis ini akan menjadi solusi krusial saat masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SD hingga SMA. Pemerintah tidak ingin ada anak yang terhambat sekolah hanya karena orang tuanya kesulitan mendapatkan akses internet stabil untuk mendaftar.

"Intinya, pemasangan wifi gratis ini untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang produktif. Pelajar dan mahasiswa juga bisa memanfaatkannya untuk menyelesaikan tugas sekolah dan kuliah di ruang publik tanpa terbebani biaya," jelasnya.

Lebih jauh, rencana besar ini merupakan bagian integral dari visi Eco Smart City. Konsep ini memadukan kemajuan teknologi kota cerdas dengan upaya menjaga kelestarian ekologis. Dengan adanya 1.000 titik wifi, diharapkan efisiensi penggunaan kertas dalam layanan publik dapat ditekan secara signifikan karena beralih sepenuhnya ke sistem digital.

Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan seluruh proses instalasi dapat dirampungkan secara bertahap sebelum tahun 2026 berakhir. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak literasi digital warga sekaligus mempermudah akselerasi ekonomi kreatif yang berbasis pada pemanfaatan jaringan internet di Kota Bertuah.

"Kita upayakan pemasangannya tuntas tahun ini secara bertahap dengan melibatkan pihak swasta," tutup Ardiansyah Eka Putra.***