
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru dan jajaran Polsek, merazia tempat hiburan malam di Pekanbaru, Riau, Minggu (18/10/2015) dinihari. Razia yang melibatkan POM TNI dan BNN Kota ini tak ayal membuat panik ratusan pengunjung yang tengah asik oleh dentuman musik house.
Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, dilokasi razia menjelaskan, upaya tersebut untuk menertibkan hiburan malam yang membandel, karena masih buka melewati waktu operasional sesuai peraturan daerah. "Untuk menertibkan agar hiburan malam tak melewati waktu yang ditentukan," tegas dia.
Pantauan GoRiau.com, beberapa hiburan malam yang dirazia ini diantaranya MP Club dan SP Club. Semua pengunjung pun panik saat melihat kedatangan petugas berseragam lengkap. Sebagian ada yang berusaha kabur berdesak-desakan melalui lift, namun berhasil dicegat.
Benar saja, di dua lokasi ini, aparat menemukan pil ekstasi dan sisa sabu-sabu yang diduga dibuang oleh pengunjung. Bahkan juga ditemukan alat hisap sabu. Semuanya tak luput dari pemeriksaan. Khusus bagi yang wanita, dilakukan pemeriksaan oleh petugas Polwan.
Pengunjung hiburan malam tersebut, tak hanya dari kalangan warga sipil, melainkan juga ada anggota TNI dan polisi. Mereka pun diperiksa Provost dan POM TNI. Mirisnya, banyak wanita malam berpenampilan seksi nongkrong disini dan disinyalir sebagai pendamping pria hidung belang untuk menghabiskan malam.
Sebagian dari pengunjung adapula yang terlibat keributan dengan aparat. Mereka kesal, karena merasa terganggu saat happy diiringi dentuman musik dan minuman keras. "Selain menertibkan aturan waktu operasional, kita juga menjaring pengguna dan pengedar narkoba yang ada di hiburan malam," tutup Wakapolresta.
Razia yang berlangsung lebih kurang dua jam ini, tidak hanya menyasar para pengunjung, melainkan seluruh karyawan, baik waiters, disk jokie (DJ), security dan lainnya. Bahkan ada diantara mereka yang hasil tes urinenya positif sebagai pengguna narkoba. (had)