PEKANBARU – Perbaikan Jalan Rambutan yang beberapa pekan terakhir menjadi bagian dari program percepatan penanganan jalan rusak Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menuai sorotan. Meski kondisi jalan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya, sejumlah pengguna jalan mempertanyakan kualitas pekerjaan karena lapisan aspal yang digunakan dinilai terlalu tipis.

Pantauan GoRiau.com, Senin (15/6/2026), pengerjaan di Jalan Rambutan belum dilakukan secara merata. Di beberapa titik, lapisan aspal baru masih menutupi sebagian badan jalan. Namun pada ruas yang mendekati persimpangan lampu merah menuju Jalan Adisucipto, perbaikan terlihat hampir selesai dan sebagian besar badan jalan telah di-overlay.

Jalan Rambutan sendiri menjadi salah satu ruas yang diprioritaskan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam program perbaikan infrastruktur jalan. Pada akhir Mei lalu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung pengerjaan jalan tersebut dan menyatakan perbaikan dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak di kawasan itu.

Namun, belum genap satu bulan sejak pengerjaan dimulai, kritik mulai bermunculan dari pengguna jalan yang setiap hari melintasi ruas tersebut.

Salah seorang pengemudi ojek online yang mangkal di depan kantor PTPN V, Eko Prasetyo, menilai lapisan aspal yang digunakan terlihat terlalu tipis jika dibandingkan dengan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

"Kalau jalan tipis kayak gini cepat hancur. Baru sebentar diperbaiki, nanti rusak lagi," kata Eko.

Pria berusia 38 tahun itu mengaku hampir setiap hari melewati Jalan Rambutan karena pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online. Menurutnya, jalan tersebut juga kerap dilalui kendaraan berat yang membawa material timbunan maupun galian.

"Mobil dump truck sering lewat sini. Muatannya penuh-penuh. Kadang kalau jalan utama macet, kendaraan besar lewat jalan alternatif ini," ujarnya.

Dengan kondisi lalu lintas tersebut, Eko meragukan daya tahan aspal yang baru dipasang.

"Kalau menurut saya paling tidak sampai setahun sudah rusak lagi. Apalagi kalau memang aspalnya seperti ini. Setipis tisu lah istilahnya," katanya.

Meski mengkritik kualitas pekerjaan, Eko tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang bergerak cepat memperbaiki jalan-jalan rusak.

"Kita senang jalan diperbaiki. Memang masyarakat sudah lama mengeluh soal jalan berlubang. Tapi kalau memperbaiki jangan tanggung-tanggung. Kerja sekali, hasilnya tahan lama. Jangan cepat rusak lalu diperbaiki lagi. Kan jadinya boros juga," ujarnya.

Keluhan mengenai ketebalan aspal tersebut ternyata telah sampai ke DPRD Kota Pekanbaru. Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Amriel, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait kondisi Jalan Rambutan yang baru saja diperbaiki.

"Kita mendapat laporan dari masyarakat terkait Jalan Rambutan yang baru diperbaiki. Informasinya lapisan aspal yang digunakan dinilai terlalu tipis. Tentu ini menjadi perhatian kami," kata Roni.

Menurut Ketua Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru itu, Komisi IV pada prinsipnya mendukung penuh program perbaikan jalan yang saat ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Kita mendukung program perbaikan jalan. Masyarakat selama ini memang sudah sangat gerah dengan kondisi jalan yang berlubang di mana-mana. Program ini tentu sangat positif dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.

Namun demikian, Roni menegaskan setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah wajib memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh instansi terkait.

"Secara teknis, kegiatan pembangunan harus memenuhi syarat dan spesifikasi yang sudah ditetapkan. Ketebalan material, kualitas aspal, hingga daya tahannya ada standar teknis yang harus dipenuhi," katanya.

Ia mengungkapkan Komisi IV DPRD Pekanbaru berencana melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah proyek perbaikan jalan yang belakangan menjadi sorotan masyarakat, termasuk Jalan Rambutan.

"Hari ini sebenarnya kami mengundang pihak PUPR, tetapi belum terlaksana. Selanjutnya kami akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan. Kita ingin memastikan apakah keluhan masyarakat itu benar atau tidak," ujarnya.

Menurut Roni, langkah pengawasan tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi pemborosan anggaran maupun pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

"Kami punya fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBD. Karena itu perlu dipastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan benar-benar sesuai spesifikasi dan persyaratan teknis yang ditetapkan oleh PUPR. Jangan sampai ada pemborosan anggaran atau kualitas pekerjaan yang tidak sesuai harapan masyarakat," katanya.

Komisi IV, lanjut Roni, juga akan meminta penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru terkait berbagai keluhan masyarakat mengenai proyek perbaikan jalan yang saat ini sedang berlangsung.

Bagi pengguna Jalan Rambutan, harapannya sederhana. Jalan yang baru diperbaiki tidak hanya mulus dalam hitungan bulan, tetapi mampu bertahan menghadapi lalu lintas harian yang padat, termasuk kendaraan bertonase besar yang kerap menjadikan ruas tersebut sebagai jalur alternatif. ***