PEKANBARU – Pemain sayap PSPS Pekanbaru, Asir Asiz, menepis kabar yang menyebut dirinya akan bergabung dengan klub Liga 1 Indonesia pada bursa transfer paruh musim 2025/2026. Pemain berusia 22 tahun itu memastikan tetap memperkuat PSPS Pekanbaru hingga kompetisi Liga 2 musim ini berakhir.

Isu kepindahan Asir mencuat setelah namanya dikaitkan dengan Persija Jakarta, klub berjuluk Macan Kemayoran. Rumor tersebut berkembang seiring performa impresif Asir bersama PSPS sejak awal musim.

Akun Instagram @gossindo memberikan keterangan rumor bahwasannya pemain muda PSPS Pekanbaru, hingga sekarang postingan tersebut sudah disukai 4 ribu dan 90 komentar. itus Transfermarkt mengungkapkan bahwa pemain PSPS Pekanbaru Asir Asiz digosipkan masuk dalam bidikan transfer Persija Jakarta di bulan Januari ini. “Nama Asir ramai diperbincangkan, selain karena penampilannya sejauh ini di Championship yang bisa dibilang impresif, kini dia dikabarkan masuk radar klub ibukota, Persija Jakarta,“ cuit Transfermarkt di akun X-nya.

“Itu semua hoaks, Satu musim ini akan saya selesaikan bersama PSPS” kata Asir saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026). ujarnya menegaskan.

Asir menjadi salah satu pilar penting PSPS Pekanbaru di Liga 2 2025/2026. Ia tercatat sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak di dalam skuad, yakni 1.335 menit. Sejak kompetisi bergulir, Asir telah menyumbangkan empat gol dan 8 assist. Hal itu menjadikan Asir Asiz sebagai pemain U-22 Indonesia dengan 10 G/A sekaligus pesepakbola lokal U-23 pertama yang menghasilkan 10 Assist di kompetisi resmi. Dengan sederet pencapaiannya yang luar biasa, tidak heran jika laman Transfermarkt merilis nilai pasarnya yang kini menyentuh angka Rp3,48 miliar.

Performa konsisten tersebut terlihat dalam sejumlah pertandingan penting PSPS. Saat menghadapi Persikad, meski PSPS kalah 2-3, Asir berperan langsung dalam kedua gol tuan rumah melalui dua assist, masing-masing kepada Ilham Fathoni dan Rafly Selang.

Dalam laga tandang melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Asir kembali menjadi motor serangan. Pergerakannya memaksa pertahanan Sriwijaya melakukan pelanggaran di kotak penalti yang berujung gol penyama kedudukan. PSPS akhirnya menang telak 5-2 pada laga tersebut.

Kontribusi Asir juga terlihat saat PSPS mengalahkan Persekat Tegal 2-0 di Stadion Kaharuddin Nasution. Pada laga itu, Asir mencetak gol pembuka pada menit ketujuh sekaligus gol keempatnya di Liga 2 musim ini.

Bermain sebagai sayap kiri, Asir dikenal dengan kecepatan, kemampuan membuka ruang, serta akurasi umpan silang yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan. Perannya membuat PSPS banyak membangun serangan dari sisi kiri lapangan.

Meski namanya mulai dikaitkan dengan klub-klub Liga 1, Asir menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membawa PSPS Pekanbaru meraih hasil terbaik di Liga 2.

“Saya fokus membantu tim dulu. Target saya sekarang hanya PSPS,” kata Asir.

PSPS Pekanbaru sendiri masih berjuang memperbaiki posisi di klasemen Liga 2 Championship 2025/2026 dan berharap konsistensi pemain muda seperti Asir Asiz menjadi kunci dalam persaingan menuju papan atas. ***