
PEKANBARU - Kinerja PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang ada di Dumai dinilai tidak profesional. Pasalnya, jumlah kapal roll on roll of (Roro, red) yang melayani penyeberangan angkutan lebaran hanya tersedia sebanyak dua dari tiga kapal, sebab satu kapal roro lainnya yakni KM Parai berstatus docking (penggantian kapal, red).
"Antrian di roro terjadi bukan karena kurang kapal, tapi karena tidak profesionalnya si ahli kapal. Docking kapal harusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Docking kapal kan dilakukan setahun sekali, kenapa harus pas dihari puncak. Mereka pastinya sudah tahu kalau sekali docking akan memakan waktu lama," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Rahmat Rahim kepada GoRiau.com, Selasa (12/7/2016) di Pekanbaru.
Sebagai wujud kekecewaannya, Kadishub Riau ini akan melayangkan surat teguran. Menurutnya, akibat dockingnya KM Parai menyebabkan tumpukan antrian mengular hingga tengah malam. Kondisi itu dianggap merugikan penumpang dan mengganggu jadwal istirahat ataupun waktu berlayar si kapten kapal.
"Saya akan tegur. Ini sangat tidak profesional, kalau tak mampu hengkang saja dari Riau," tegasnya. ***