SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak telah melakukan peninjauan ke Pebarik Kelapa Sawit (PKS) PT. Berlian Inti Mekar (BIM), Jumat (24/1/2014). Dalam kunjungan tersebut, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Syaipul Amar menanyakan langsung keluhan masyarakat sekitar PT. BIM.

"Laporan yang kami terima, asap yang dihasilkan PT. BIM sangat meresahkan warga, ini kok bisa?" tanya Syaipul. Manajemen PT. BIM pun menjelaskan bahwa segala sesuatu masih dalam tahap penyelesaian. Sementara, untuk cerobong asap sudah sesuai dengan standar. Mereka menyatakan, asap yang sampai ke pemukiman warga akibat dari angin.

"Mereka menyebut asap tersebut akibat faktor alam," terang Syaipul. Namun, menurut Syaipul masyarakat tidak akan mau tahu apakah itu faktor alam atau tidak. Yang jelas, masyarakat hanya menginginkan kenyamanan.

Untuk itu, Syaipul Amar yang didampingi Kasubbid Pencemaran Ardayani memberikan beberapa solusi. Yakni, insenerator yang berada di bagian depan harus dipindahkan ke belakang. "Namun, kalau ada solusi yang aman dan terbaik, itu tetap kita laksanakan," ujar Syaipul.

"Tapi, kalau seandainya tidak juga, kita harus memberikan solusi terakhir yakni tidak usah dilakukan pembakaran tangkos," tegas Syaipul.

Oleh karena itu, PT. BIM diminta bijak dalam menjaga kenyamanan lingkungan masyarakat. Sebab, BLH tidak ingin muncul konflik antara masyarakat dan perusahaan. "Disatu sisi, kami membutuhkan investor, namun kami juga perlu kenyamanan masyarakat," urai Syaipul.

Walaupun saat ini, lanjut Syaipul, PT BIM masih dalam tahap uji coba, mereka harus sesuai dengan izin dan dokumen yang mereka punya. Syaipul berjanji akan kembali mempelajari seluruh dokumen yang dimiliki PT. BIM.

"Terlebih dahulu saya akan pelajari dokumennya, suapaya antisipasi lingkungan sesuai dengan Tupoksi kami," ungkap Syaipul.

Menanggapi masukan yang disampaikan BLH Siak, Manajemen PT BIM akan memperbaiki dan melengkapi segala kekurangan. Sebab, saat ini beroperasinya PT BIM masih dalam tahap uji coba.

"Mana yang kurang akan kita tambah, mana yang rusak akan kita perbaiki dan mana yang salah tentu akan kita betulkan, tindak lanjutnya sesuai dengan arahan BLH," ujar Manajer PT BIM Yoga.

Yoga kembali menyatakan bahwa menyebarnya asap ke pemukiman warga lebih besar dipengaruhi faktor alam. Sebab, angin kalau pagi hari menjelang siang sangat kencang. Untuk itu, ia berjanji akan mengurangi pembakaran jangkos. "Atau bisa saja jangkos tersebut kita berikan kepada masyarakat tempatan yang masuk dalam program CSR," katanya.(san)