
DURI - Pasca peralihan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke BPJS Kesehatan, masyarakat Duri dan sekitarnya mulai kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah.
Tak heran jika masyarakat datang berbondong-bondong datang ke kantor UPT Dinas Sosial untuk mengurus peralihan Jamkesda ke BPJS Kesehatan. Seperti yang terlihat di kantor UPT Dinas Sosial Kecamatan Mandau.
Setiap harinya puluhan masyarakat datang meminta rujukan BPJS Kesehatan. Rata-rata masyarakat yang datang ini sedang berobat di RSUD Duri. Kantor pelayanan itu selalu padat warga yang katanya tengah sakit.
"Jumlah yang minta rujukan sudah ratusan. Kita mengeluarkan rekom berdasarkan aturan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan," kata Kepala UPT Dinas Sosial Mandau, Hj Tengku Farida saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup), Selasa (17/1/2016).
Menurut rencana, Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis akan melakukan sosialisasi di Mandau dan Pinggir. Seluruh ketua RW akan diundang dan dijelaskan mengenai integrasi Jamkesda ke BPJS Kesehatan ini.
"Saat ini kita tidak tahu, apakah warga yang datang meminta rekom ini benar-benar tidak mampu atau hanya mencari kesempatan mengurus BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah. Karena sifatnya emergency, staf kita tidak sempat melakukan survey. Hanya berpedoman pada surat keterangan tidak mampu saja," terangnya.
Apakah nanti akan ada sanksi bagi RT atau RW yang mengeluarkan surat keterangan tidak mampu bohong, akan dijelaskan pada sosialisasi tersebut.
"Kalau ada warga tergolong mampu, tapi bisa mendapat surat keterangan tidak mampu, itu akan kita pertanyakan kepada RT atau RW nya. Jangan sampai mengeluarkan keterangan palsu," tutupnya. *** #BENGKALIS