BANGKINANG, GORIAU.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lahir bukan secara kebetulan, tapi karena desakan zaman dan digencet dinding tirani serta didorong nafas revolusi yang belum selesai.

Demikian diungkapkan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kampar Hj Jasnita Tarmizi melalui Sekretaris Harianto Arbi tentang HUT PDI-P ke-40 tahun 2013, Jumat (11/01/2013) di Bangkinang.

''PDIP berjalan di tengah percaturan politik di Indonesia, rahimnya adalah keanekaragaman, tapi darahnya persamaan yakni darah Pancasila yang mengalir sejak tahun 1945,'' ujar Harianto Arbi yang akrab disapa Buya.

PDIP, tambahnya, tetap berdiri dengan kokoh bersama kaum marhaen yang dimarjinalkan. (rif)