
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dua dinas dinilai memiliki program yang sama, jika sudah begini, ada baiknya dua dinas digabung agar lebih efektif dan efesien. Seperti yang terjadi di Pemkab Bengkalis yakni antara Dinas Koperasi, Usaha Menengah dan Kecil dan Dinas Perdagangan.
''Kedua program dinas ini tumpang tindih, banyak yang sama, sebaiknya Pemkab mempertimbangkan untuk dilakukan penggabungan,'' ujar anggota Komisi III DPRD Bengkalis, Almi Husni, Jumat (11/1/2013).
âBanyak program yang sama seperti program pembinaan kepada pelaku industri dan pedagang kecil melalui koperasi dan usaha kecil, mikro dan menengah. Inikan akhirnya mubazir, ada dua SKPD dengan tupoksi yang nyaris sama. Ini mubazir, makanya lebih baik digabung,'' ujar Almi.
Politisi PKB ini menilai, ada kecendurang sasaran dari program kedua SKPD itu kelompok pelaku usahanya itu-itu saja. Kemudian ia mencontohkan disejumlah kabupaten dan kota di pulau Jawa atau di Sumbar, Sumut bahkan ada beberapa kabupaten di Riau Disprindag dan Diskop UMKM berada dalam satu SKPD, tidak terpisah.
âSelain program kerjanya nyaris bersamaan, juga kalau kedua SKPD itu dilebur menjadi satu akan menghemat anggaran. Kepala daerah diminta untuk segera membahas peleburan kedua SKPD ini, agar kedepannya pembinaan terhadap pelaku UMKM di sektor perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan industri skala kecil dan menengah dapat berkelanjutan,âpapar Almi dari dapil Mandau tersebut.
Mantan aktivis UIN Susqa Pekanbaru ini juga menambahkan, kedua SKPD tersebut dalam menjalankan program kerja mereka tidak singkron, minus koordinasi. Harus ada kebijakan dari kepala daerah soal dua SKPD tersebut, tentunya dengan mengajukan rancangan peraturan daerah yang nantinya akan dibahas di dewan untuk disahkan.
âDisperindag dan Diskop UMKM merupakan mitra kerja dari Komisi III. Dalam beberapa kesempatan hearing, kita menyimpulkan banyak kesamaan program kerja mereka, sehingga harus dilakukan penggabungan supaya peran SKPD maksimal dan masyarakat dapat merasakan hasilnya secara berkelanjutan dari sektor pembinaan,â sambung Almi. (jfk)