
PEKANBARU – Kabar baik datang bagi pendukung PSPS Pekanbaru menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Striker asal Brasil, Antonio Gamaroni, memastikan dirinya tetap berseragam Askar Bertuah setelah sebelumnya sempat dikabarkan akan meninggalkan klub.
Kepastian itu disampaikan langsung Antonio melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.
"Halo PSPS fans, I'm Antonio Gamaroni. I'm still blue. See you in Pekanbaru," ucap Antonio dalam video tersebut.
Pernyataan itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya dan menjadi angin segar bagi PSPS yang tengah mempersiapkan skuad menghadapi musim baru.
Berdasarkan data Transfermarkt, Antonio tampil impresif sejak bergabung dengan PSPS pada bursa transfer paruh musim Liga 2 2025/2026. Dari 11 pertandingan, striker berusia asal Brasil itu telah mencetak tujuh gol dan menyumbang dua assist.
Antonio juga tercatat sebagai satu-satunya pemain PSPS Pekanbaru yang berhasil mencetak hattrick pada musim 2025/2026. Tiga gol tersebut dibukukannya saat PSPS menghadapi Persekat Tegal pada April lalu.
Didatangkan pada awal Januari 2026 atas permintaan pelatih Aji Santoso, Antonio langsung menjawab kepercayaan tersebut dengan mencetak gol pada laga debutnya. Sejak saat itu, ia terus menjadi andalan di lini depan dengan torehan gol ke gawang PSMS Medan dan Sriwijaya FC, serta menyumbangkan assist saat menghadapi Persikad Depok.
Pelatih PSPS Pekanbaru pada musim 2024/2025, Aji Santoso, menilai Antonio memiliki karakter komplet sebagai seorang penyerang.
"Ya memang pemain ini cukup pinter. Artinya dia seorang striker itu memenuhi syarat, kontrol bola bagus, melindungi bola bagus, visi bermainnya bagus, dan tadi gol-gol yang tercipta juga sangat bagus. Dia cetak tiga gol, empat shooting, juga crossing heading tadi. Gol-gol memang yang terjadi itu dari hasil latihan kita selama ini. Saya apresiasi Antonio bisa hat-trick malam hari ini," ujar Aji usai laga melawan Persekat Tegal.
Kehadiran Antonio merupakan bagian dari perubahan yang dilakukan Aji Santoso setelah menggantikan Ilham Romadhona sebagai pelatih kepala PSPS. Ia dipilih untuk menggantikan Cristian Alex yang dinilai tidak cocok dengan pola permainan Aji saat itu.
Selain produktif mencetak gol, Antonio dinilai mampu menjalankan skema permainan Aji Santoso saat itu dengan baik melalui kemampuan membuka ruang, turun menjemput bola, hingga terlibat dalam proses pembangunan serangan.
Karakter tersebut membuat Antonio menjadi sosok penting dalam pola transisi cepat dan permainan direct yang diterapkan PSPS. Dengan kepastian bertahannya sang striker untuk musim 2026/2027, Askar Bertuah kini memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1. ***