
PEKANBARU – Tim 1 Raga Gabungan yang melibatkan Ditreskrimum Polda Riau, Ditsamapta, Satbrimob, dan Polresta Pekanbaru menggelar operasi intensif guna menekan angka kriminalitas. Patroli skala besar ini menyasar tindak pidana C3 (Curat, Curas, Curanmor), aksi geng motor, hingga premanisme di sejumlah titik rawan, Selasa (27/1/2026) malam.
Operasi yang dimulai pukul WIB ini berada di bawah arahan langsung Direktur Reskrimum Polda Riau, Muhammad Hasyim Risahondua. Kegiatan diawali dengan apel persiapan di Mako Polda Riau untuk menyelaraskan taktik personel dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat pada jam rawan.
"Sinergi antar satuan ini bertujuan untuk menciptakan kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam rawan kriminalitas," jelas Muhammad Hasyim Risahondua, Rabu (28/1/2026).
Patroli dimulai dengan pengamanan area sensitif, termasuk kediaman pimpinan Polda Riau dan rumah dinas Pejabat Utama (PJU). Setelah itu, tim bergerak menyisir jalur protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Stadion Rumbai untuk memastikan tidak ada celah bagi kelompok kriminal atau geng motor untuk beraksi.
Langkah tegas diambil petugas saat melintasi Jalan Umban Sari. Di sana, polisi menemukan sekelompok pemuda yang kedapatan mengonsumsi minuman keras. Petugas langsung melakukan penggeledahan badan secara menyeluruh guna mengantisipasi kepemilikan senjata tajam serta mencegah potensi tawuran.
"Tim langsung melakukan pemeriksaan tubuh untuk mengantisipasi kepemilikan senjata tajam atau barang terlarang lainnya sebagai upaya dini mencegah aksi premanisme," ungkap Muhammad Hasyim Risahondua.
Penyisiran berlanjut ke wilayah perbatasan di Jalan Lintas Sumatera (Palas) yang terdapat beberapa warung remang-remang. Pemeriksaan ini merupakan komitmen pihak kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat serta meminimalisir tindak pidana C3 di area yang minim penerangan.
Di kawasan Simpang Bingung, petugas juga melakukan pemeriksaan identitas terhadap para pemuda yang berkumpul guna mendeteksi keberadaan anggota geng motor. Selain pemeriksaan fisik, warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk segera membubarkan diri demi menghindari konflik atau tindak kriminal.
Secara umum, kehadiran tim gabungan ini berhasil memberikan ketenangan bagi warga Kota Pekanbaru yang beraktivitas malam hari. Polda Riau menegaskan komitmennya untuk rutin melaksanakan patroli serupa agar situasi Kamtibmas di Kota Bertuah tetap terkendali. ***