PEKANBARU, GORIAU.COM - Menghindari aksi anarkis masa, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru mengerahkan 238 personil Shabara, dibantu dengan 60 anggota dari Shabara Polda Riau. Tak itusaja, Kepolisian juga menurunkan satu unit mobil water canon sebagai antisipasi kerusuhan.

Kabag Ops Polresta Pekanbaru, Kompol M Sembiring dilokasi demonstrasi mengatakan, Polresta Pekanbaru masih bersiaga melakukan pengamanan kepada ratusan masa Sidomulyo Timur yang berunjuk rasa di kantor Gubernur Riau, jalan Sudirman Pekanbaru.

"Kita mengerahkan masa maksimal. Dibantu backup Shabara dari Polda Riau. Sebagai upaya antisipasi bilamana aksi memuncak hingga anarkis atau pengrusakan," terangnya.

Pada unjuk rasa ini, Kepolisian turut dibantu oleh personil Satpol PP provinsi. Hingga berita dikirimkan, ratusan warga masih bertahan di pintu masuk kantor Gubernur Riau, untuk menunggu kedatangan Plt Arsyadjuliandi Rahman guna melakukan dialog dan mempertanyakan kepastian terhadap SK tersebut. Bahkan sebagian warga mendirikan tenda dihalaman kantor.

Ratusan warga dari Sidomulyo Timur Pekanbaru, menggelar unjukrasa dan merangsek masuk hingga kedepan pintu kantor Gubernur Riau, Kamis (16/4/2015). Masa menuntut supaya Plt Gubernur Riau membatalkan SK pengadaan tanah cadangan bagi TNI-AU Lanud Roesmin Nurjadin. (had)