SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Puluhan warga Desa Hang Lekir, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak menagih janji PT Berkat Karunia Pahala (BKP). Rencana perusahaan untuk mempekerjakan warga tempatan per 1 April 2015 ternyata tidak terbukti.

Ketua Pemuda Desa Hang Lekir, Epi Tambunan mengaku kecewa atas perlakuan perusahaan sub kontraktor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) itu. Sebab, warga yang dijanjikan untuk direkrut sampai saat ini masih menunggu informasi dan panggilan. Sayangnya, saat warga menghubungi perusahaan, manajemen seakan-akan mengelak. 

"Perusahaan itu telah ingkar janji sama masyarakat. Padahal, perjanjian perusahaan dengan masyarakat pada bulan Februari lalu disaksikan oleh ketua-ketua RT, tokoh masyarakat dan anggota dewan," tutur Epi, Kamis (16/4/15)  

Anggota DPRD Siak dapil Minas Paramananda Pakpahan mengaku geram dengan perusahaan itu. Maklum, anggota fraksi Gerindra itu ikut menjadi saksi dari perjanjian perusahaan dengan masyarakat.

"PT BKP menjanjikan kepada masyarakat pada bulan Januari 2015 untuk mempekerjakan warga Minas. Janji tak kunjung direalisasikan, tentu warga merasa ditipu," katanya.

Padahal, katanya, janji tersebut dikatakan langsung oleh direksi dan humas PT BKH saat masyarkat gelar aksi protes kepada perusahaan pada bulan Februari 2015 yang lalu.‎ Menurut dia, permasalahan perusahaan itu bukan hanya pada janji ke masyarakat. Namun, PT BKH juga tidak berpihak kepada pekerja dengan pemberian upah di bawah UMK. 

Dari data yang diuraikan Pakpahan, upah karyawan yang diberikan perusahaan hanya  Rp1.450.000, sementara UMK Siak sebesar  Rp1.825.000.

"Anehnya, keberadaan PT BKP ini juga  tidak diketahui  oleh pihak kecamatan. Padahal, perusahaan sudah beroperasi selama 2 tahun di Minas," katanya.

Humas PT BKP Tampu membenarkan ada janji dengan masyarakat. Namun, pihaknya membantah jika perusahaan itu sudah ingkar janji. Hanya saja, saat ini perusahaan sedang sibuk dengan beberapa agenda internal perusahaan. 

"Inikan masih bulan April. Jadi belum terlambat kita merealisasikan janji itu. Ada banyak hal yang sedang diurus manajemen di Duri, maka agak tertunda," katanya.(nal)