PEKANBARU – Ancaman bencana, terutama kebakaran pemukiman di wilayah padat penduduk, terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebagai bentuk langkah responsif, pemerintah memastikan bahwa alokasi anggaran bantuan bagi para korban bencana tetap menjadi prioritas dalam daftar belanja sosial tahun ini.

Kepastian berlanjutnya jaminan sosial ini dikonfirmasi oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Junaedy, melalui Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Bukhairo, Kamis (15/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap warga yang kehilangan harta benda akibat si jago merah tidak terlantar dalam memenuhi kebutuhan hidup mendasar mereka.

"Masih berlanjut (bantuan untuk korban kebakaran rumah). Namanya bantuan korban bencana. Jenis bantuan sama seperti tahun lalu," jelas Bukhairo saat memaparkan kesiapan instansinya di hadapan awak media.

Dalam skema perlindungan ini, pemerintah telah memetakan jenis bantuan yang paling krusial dibutuhkan sesaat setelah bencana terjadi. Paket bantuan yang disiapkan mencakup komoditas pangan esensial seperti beras, susu, sarden, mi instan, kentang, teh, gula, minyak goreng, hingga telur. Distribusi bantuan ini dirancang untuk menutup celah kerawanan pangan bagi keluarga yang tengah berupaya memulihkan kondisi ekonomi mereka pasca-musibah.

Lebih lanjut, Bukhairo mengungkapkan bahwa sumber pendanaan untuk jaring pengaman sosial ini merupakan hasil sinergi lintas sektor. Selain menggunakan dana yang bersumber dari APBD Kota Pekanbaru, pemenuhan logistik ini juga didukung kuat oleh bantuan dari Kementerian Sosial. Sinergi ini dilakukan guna mempercepat akselerasi bantuan agar tepat sasaran dan tepat waktu saat keadaan darurat dideklarasikan.

"Bantuan yang disalurkan wujud tanggung jawab sosial pemerintah kota dalam memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di masa-masa sulit," tegasnya.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar bantuan seremonial, tetapi benar-benar menjadi penyangga bagi ketahanan sosial masyarakat Kota Bertuah. Pemerintah kota juga mengimbau warga untuk segera melapor melalui jalur resmi jika terjadi musibah di lingkungannya agar pendataan dan distribusi logistik dapat dilakukan secara instan oleh tim di lapangan.***