PEKANBARU - Daya tarik Provinsi Riau bagi pelancong mancanegara rupanya masih sangat kuat. Meski angka kunjungan bulanan sempat terkoreksi pasca libur Lebaran, lonjakan kunjungan wisatawan asing secara tahunan justru mencatatkan kenaikan drastis hingga 43,67 persen.

Data terbaru merekam sebanyak 25.462 wisatawan mancanegara menjejakkan kaki di Bumi Lancang Kuning sepanjang April 2026. Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri pariwisata daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi membeberkan dinamika pergerakan wisatawan yang didominasi oleh negara-negara tetangga.

"Penurunan secara bulanan terjadi setelah lonjakan kunjungan Maret 2026, sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat," ungkapnya, Selasa (2/6/2026).

Dominasi Asia dan Lenyapnya Turis Eropa

Pergeseran minat pasar internasional sangat terlihat dari data asal kedatangan pelancong. Wisatawan asal benua Eropa dan Amerika Serikat mencatatkan kemerosotan tajam, sementara turis Asia Tenggara kian mendominasi:

  • Pasar Utama Riau: Warga negara Malaysia merajai tingkat kunjungan dengan 11.965 orang atau menguasai 46,99 persen dari total keseluruhan.
  • Negara Asia Lainnya: Tiongkok menyusul dengan 2.331 kunjungan, diikuti Filipina (1.732), Singapura (1.232), dan India (893).
  • Pasar Barat Merosot: Kedatangan turis asal Prancis anjlok hingga 27,5 persen, sementara wisatawan asal Amerika Serikat terjun bebas 21,88 persen.

Untuk mencapai Riau, mayoritas turis mancanegara (60,93 persen) lebih memilih menggunakan angkutan udara melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sisanya masuk melalui jalur laut menyisir Pelabuhan Dumai, Bengkalis, dan Tanjung Harapan di Kepulauan Meranti. ***