
PEKANBARU, GORIAU.COM - Belum terealisasnya pelaksanaan APBD Riau 2014, telah menyebabkan roda perekonomian Riau terganggu. Pasalnya, banyak aktifitas bisnis, terutama yang terkait langsung dengan APBD, terhenti bahkan beberapa usaha mengalami penurunan omset yang luar biasa.
Beberapa usaha yang kini merasakan dampaknya adalah perhotelan, travel, restoran dan konstruksi. Selain yang berdampak langsung, masyarakat juga mengeluhkan rendahnya daya beli.
Anggota DPRD Riau dari Fraksi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra Isnaini saat dikonfirmasi GoRiau.com, Kamis (22/5/2014) mengakui melemahnya daya beli masyarakat akibat tidak berjalannya APBD Provinsi Riau.
''Memang APBD tidak satu-satunya penggerak ekonomi daerah, tapi APBD bisa memacu dan membangkitkan perekonomian daerah. Karena itu, APBD seharusnya segera dilaksanakan,'' ujar Indra.
Menurutnya, Pemprov Riau sebaiknya segera melaksanakan anggaran yang memang tak perlu diubah lagi. ''Kalau yang tak perlu diubah, sebaiknya dilaksanakan,'' tambahnya.
Dikatakan, secara kasat mata, perekonomian daerah tahun 2014 sedikit tertolong dengan adanya Pemilu Legislatif 9 April lalu, dimana banyak caleg dan tim sukses mengeluarkan anggaran, tapi setelah itu, terjadi kemandekan, kecuali disektor perkebunan dan pertambangan serta sektor bisnis lainnya.
''Kalau bisnis seperti perkebunan, pertambangan dan lain-lain tidak berjalan, ekonomi Riau bisa stagnan. Karena itu, Pemprov sebaiknya menjalankan kegiatan sambil melakukan persiapan untuk melakukan APBD Perubahan,'' tutupnya. ***