
BAGANSIAPIAPI - Anggota Komisi C DPRD Rohil Jufrizan mengaku miris melihat semakin maraknya tindak kejahatan di wilayah Kecamatan Pujud.
Sebagai wakil rakyat yang duduk di legislative, politisi dari partai Golkar ini kerap menerima masukan dari masyarakat serta tokoh adat setempat perihal semakin maraknya tindak kejahatan di tengah-tengah masyarakat, terlebih pada kalangan remaja.
''Sudah acap kali kita menerima masukan, juga kritikan dari masyarakatak, bahwa mereka resah dengan maraknya tindak kejahatan ditengah-tengah masyarakat,'' kata Jufrizan, Senin (4/4/2016).
Jufrizan menambahkan, pihak kepolisian dan keamanan lainnya harus bisa bertindak tegas. Sejauh ini keberadaan dan pengedar narkoba menjadi sesuatu yang sangat meresahkan. Masyarakat berharap pihak berwajib bisa mengusut tuntas hal tersebut.
''Peredaran narkoba itu sangat membahayakn sekali, kita bisa lihat banyak masyarakat yang dirugikan, karena itu pihak yang berwajib harus bisa lebih peka lagi,'' tambahnya.
Dalam segi undang-undang kata Jufrizan, peredaran narkoba sudah melanggar konstitusi hokum yang berlaku dan bisa diganjar dengan sanksi yang berat. Untuk itu ia berharap kepolisian bisa lebih tegas lagi.
''Jangan segan-segan jika yang bersangkutan itu dilindungi oleh orang-orang berpengaruh atau anak kemanakan dari ninik mamak. Dalam hukum adat yang sudah menjadi tradisi turun temurun di Pujud ini, itu juga melanggar hukum adat,'' kata Jufrizan.
Untuk satu tahun belakangan ini, Jufrizan mengatakan ada wahana perjudian baru yang sangat diminati oleh masyarakat. Wahana judi yang disebut sebagai judi ding dong itu, sangat banyak diminati. ''Tentunya hal ini harus diberantas, jangan sampai nanti ada aksi dari masyarakat adat, apalagi nanti ditemui adanya aparat yang membekengi, aka nada sanksi social dari adat,'' tutup Jufrizan. ( Adv/DPRD)