SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Siak sejauh ini belum tergarap maksimal. Kendati pemerintah daerah terus berupaya memenuhi segala kekurangan, namun akibat keterbatasan anggaran, potensi pariwisata masih banyak yang terbengkalai.

"Potensi wisata kita cukup baik, dan tentunya harus kita tambah lagi objek wisata baru. Tapi kita terkendala karena keterbatasan anggaran untuk membangun objek wisata, untuk itu kita buka peluang bagi para investor mengembangkan pariwisata di Siak ini," kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi Ikatan Pemuda Kelapa Gading (IPKG) Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (14/8/2015) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman rumah Ketua RT 004, RW 002 Kelurahan Kampung Dalam itu juga dihadiri Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, Camat Siak Wan Syaiful Effendi, Lurah Kampung Dalam Fuad Asegaf, Ketua RT dan warga masyarakat Kampung Dalam dan sekitarnya.

"Kedepan akan kita perhatikan masalah sarana transportasi di kota Siak ini dan di Perawang, saya mengajak kepada masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha ini," tambahnya.

Syamsuar berharap, Kabupaten Siak akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Pulau Sumatera, seperti Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. "Riau saat ini belum termasuk daerah tujuan wisata karena angka orang berkunjung itu masih sedikit," ujarnya.

Upaya lain yang dipersiapkan pemerintah daerah untuk menambah pendapatan adalah pelabuhan Tanjung Buton dan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Semua itu nantinya akan membuka lapangan pekerjaan, selama 4 tahun ini telah banyak perusahaan-perusahaan yang tumbuh di Kabupaten Siak dan menyerap tenaga kerja.

"Penanam Modal Asing (PMA) mampu menampung tenaga kerja sebanyak 2 ribu orang lebih, dari PMDN 12 ribu tenaga kerja, jadi sudah ada sekitar 14 ribu tenaga kerja yang terserap selama 4 tahun ini," jelas Bupati.

Dikatakan Syamsuar, seandainya minyak bumi yang menjadi pendapatan daerah sudah tidak ada lagi, apa yang harus dibuat? Saat ini produksi minyak sudah menurun, harga minyak dunia anjlok sehingga berimbas kepada dana bagi hasil dan mengakibatkan pengurangan APBD Kabupaten Siak.

"Jadi harus ada upaya kita untuk menambah pendapatan daerah, salah satunya mengembangkan potensi wisata dan juga usaha-usaha kecil dari masyarakat kita," pungkas Bupati.

Sebelumnya, Ketua IPKG yang diwakili Sugiarto mengaku siap mendukung visi misi dan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Siak. Acara ditutup dengan tausiah dari Ustad Mansur.(nal/rls)