PEKANBARU - Jumlah anggaran dana PON Jabar 2016 ternyata tidak sesuai dengan yang diajukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau. Dimana dalam pengajuan sebesar Rp70 miliar dipangkas menjadi Rp40 miliar.

Dengan anggaran yang disetujui tersebut tentunya KONI sangat perlu bantuan pihak ketiga dalam hal ini Perusahaan baik BUMN maupun swasta yang ada di Riau. Hal tersebut diungkapkan Ketua KONI Riau Emrizal Pakis kepada GoRiau.com, Rabu (30/12/2015).

"Alasan pertama bahwa olahraga yang akan diselenggarakan di Jawa Barat tersebut, merupakan iven nasional dan tentunya atlet-atlet kita akan membawa bendera Provinsi Riau, nah..olahraga ini kan bukan hanya milik KONI atau Pemerintah Riau saja, tapi olahraga ini milik semua elemen masyarakat yang perlu didukung dan dibina oleh semua masyarakat Riau. Dengan jumlah atlet 355 orang yang lolos ditambah oficial dan pelatih tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit," tuturnya.

Menurut Emrizal, kebutuhan dana tersebut juga bukan hanya dibutuhkan saat atlet berangkat dan bertanding saja, namun juga dibutuhkan saat para atlet dari seluruh cabang olahraga menjalani latihan.

"Atlet yang akan bertanding membawa nama baik Riau dikancah nasional ini tentunya perlu banyak persiapan dan latihan, dimana masih banyak juga beberapa cabor yang masih menggunakan alat latihan seadanya dan tempat latihan yang seadanya pula. Hal ini tentu akan sedikit menggangu para atlet-atlet kita," tukasnya.

Mengingat biaya yang dibutuhkan tidak sedikit dan anggaran yang ada tidak cukup, KONI menghimbau dan memohon kepada seluruh Perusahaan yang ada di Riau agar bersedia membantu kekurangan tersebut.

"Membantu itu banyak cara, bukan diharuskan menyumbang sejumlah uang, tapi bisa dengan memberikan fasilitas misalnya, sekelas PT Chevron hendaknya bisa membantu mungkin bisa dengan memegang salah satu cabor atau dalam kata lain jadi sponsor khusus dengan memberikan bantuan peralatan atau fasilitas lainya," tambahnya.

Disamping itu beberapa perusahaan yang nantinya peduli dan mau membantu mengurangi beban KONI juga bisa langsung berkoordinasi langsung dengan KONI maupun cabor-cabor yang ada.

"Setidaknya dari ratusan perusahaan yang ada misalnya lagi Indah Kiat, RAPP atau PTPN V mau membantu akomodasinya dengan membantu hotel atau tiket pesawat, juga bisa. Jadi tidak musti membantu langsung dengan uang tunai, kita juga perlu kostum, perlu peralatan, dengan adanya bantuan mereka otomatis biaya akan menjadi berkurang dan kita bisa memaksimalkan anggaran yang sudah ada," pungkasnya. ***