TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Firdaus (50), warga Baserah Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ternyata tidak mengadukan peristiwa yang hampir merenggut nyawanya pada 4 Juni lalu. Ia merupakan korban perampokan dengan luka tembak di bagian paha.

Tidak adanya laporan dari Firdaus membuat pihak kepolisian kesulitan dalam menangkap pelaku. Sementara, masyarakat mulai gelisah dengan masih berkeliarannya kawanan rampok tersebut.

"Tak jelas, korban hingga kini tak pernah melapor ke polisi," ujar Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP Imron Teheri kepada GoRiau.com, Senin (8/6/2015) pagi.

Polisi menduga, Firdaus merupakan bagian dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuansing. Sehingga, ada ketakutan tersendiri jika melaporkan kasus yang menimpanya. "Ada dugaan seperti itu," kata Imron.

Untuk diketahui, kasus perampokan terjadi pada Kamis, 4 Juni lalu sekitar pukul 13.00 Wib, di sebuah bengkel mobil di Kota Teluk Kuantan.

Ketika itu, korban baru saja pulang dari bank mengambil uang sebesar Rp50 juta. Korban ke bank menggunakan sepeda motor milik bengkel, karena mobilnya sedang diperbaiki.

Sesampai di bengkel, datang dua orang dan langsung merampas tas korban. Korban langsung memberikan perlawanan dan dibantu oleh mekanik bengkel. Ternyata, rampok tersebut melengkapi diri dengan senjata api dan langsung menembakkannya.

Naas, tembakan tersebut langsung bersarang di paha korban dan pelaku langsung melarikan diri. Sementara, uang yang diincar tidak dapat.(***)