SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ancaman abrasi di Pulau Tebing Tinggi tepatnya di Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sangat serius. Pasalnya, sampai saat ini lebih 400 meter tebing desa yang terletak di hadapan Selat Melaka itu telah runtuh ke laut.


Hal itu sebagaimana dipaparkan oleh salah seorang warga Jalan Teraju Desa Mekong, Bukhari (77), Minggu (9/11/2014).
"Sejak tahun 1947-an sampai sekarang lebih 200 depa (sekitar 400an meter, red) tebing telah menjadi laut akibat runtuh (abrasi, red)," kata lelaki kelahiran tahun 1937 itu kepada wartawan.
Bukhari menceritakan, dulunya beberapa ratus meter ke arah laut ada perkampungan dan ada hutan bakau (mangrove). Namun, akibat abrasi lama kelamaan rumah-rumah warga runtuh ke laut, yang membuat warga pindah ke bagian darat yang jauh dari laut.
"Banyak rumah dan tanah warga yang sekarang menjadi laut. Dulu ke tober (laut dalam yang tak pernah surut) hanya sekitar 50 meter, sekarang lebih 500 meter jika diukur dari tebing," ungkapnya lagi.
Hingga saat ini abrasi masih saja terjadi. Meski sudah dibangun turap sepanjang lebih kurang 700-800 meter, namun tebing-tebing tetap saja runtuh karena air laut masuk melalui bawah turap. Kondisi ini akan sangat berbahaya kalau dibiarkan begitu saja. Karena, Meranti akan kehilangan banyak desa di tiga pulau yang mengalami abrasi.(zal)