
PEKANBARU - Nasib malang menimpa putri nelayan asal Kabupaten Kampar, Riau. Delvi Agraini (8 tahun), anak pasangan dari Yusri dan Hermawati yang tinggal di Dusun I, Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu ini, diduga menderita gizi buruk sejak berusia 8 bulan.
Tidak sama seperti anak lain kebanyakan yang bisa menikmati masa kecilnya bermain bersama teman-teman, bocah malang ini hanya terbaring di atas kasur di rumahnya karena penyakit yang di derita. Delvi tidak bisa diajak berkomunikasi karena pendengaran terganggu. Orangtuanya sudah membawa berobat ke alternatif maupun medis, tetapi bocah malang ini tak kunjung sembuh.
Yusri, ayah Delvi, hanya seorang pekerja nelayan dengan pendapatan antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu perhari. Itu pun hanya cukup untuk membiayai 5 anggota keluarganya.
"Kami sangat berharap ada bantuan kemanusiaan atau pertolongan dari pihak manapun baik swasta maupun pemerintah, karena Delvi Agraini adalah anak kami satu-satunya perempuan," sampai Yusri.
Ia mengaku tak mampu untuk membawa anaknya ke rumah sakit yang layak karena kesulitan ekonomi. "Kami hanya orang susah untuk makan sehari saja pas-pasan, tentu saja sulit untuk kami mengobatinya sampai sembuh," ucap Yusri lagi. ***