SELATPANJANG - Ahmad Yuliar SIKom, atau yang akrab dipanggil Amek kembali terpilih menjadi Ketua PWI Kepulauan Meranti setelah dilakukan konferensi, Rabu (1/3/2017) tengah malam. Amek memperoleh 2 dari 3 suara pemilih.

Amek yang sebelumnya menjadi Ketua PWI Kepulauan Meranti periode 2014-2017, kembali maju setelah banyaknya permintaan dari anggota PWI yang lainnya. Kepemimpinan Amek diharapkan bisa berlanjut untuk semakin memperkuat pondasi yang telah terbangun pada periode pertama.

Amek berhadapan dengan Idris SKM saat pemilihan. Sementara suara pemilihan yang seharusnya 5 (Idris SKM, Ahmad Yuliar, Johanes Sinaga, Taufik Hidayat, dan pengurus PWI Provinsi), hanya menjadi 3. Sebab, Johanes Sinaga dan Provinsi Riau memilih abstain pada Konferensi III tahun 2017 itu.

Amek dalam penyampaian visi misi nya mengaku ingin semakin memperkuat pondasi yang telah terbangun selama ini. Selain itu, Ia bertekad, bersama anggota, pengurus, dan simpatisan akan membuat organisasi PWI menjadi organisasi wartawan terbesar di Kota Sagu.

"Menjadi sebuah organisasi rujukan dalam menyelesaikan persoalan kewartawanan di Kepulauan Meranti," kata Amek.

Selain itu, Amek juga mempunyai beberapa terget, diantaranya mendorong pemerintah daerah menfasilitasi pelaksanaan UKW sehingga insan pers di Kota Sagu terutama anggota PWI Meranti itu sudah menjadi wartawan yang kompeten.

Kemudian, target lain yang sempat dititipkan seluruh anggota dan simpatisan ke Amek adalah PWI Kepulauan Meranti harus memiliki kantor sendiri, tanpa harus menyewa. Ini merupakan lanjutan misi Amek yang tertunda pada periode pertama 2014-2017.

Sedangkan Idris SKM mempunyai dorongan lain sehingga Ia ingin maju pada periode 2017-2020. Kata Idris, pada Konferensi pertama, Ia sengaja menggagalkan pemilihan dengan berbagai pertimbangan, lalu pada periode ke II Ia mengaku mengikhlaskan Amek menjadi ketua PWI.

"Pada periode ke III ini saya minta beliau ikhlas. Tapi belum menemukan kesepakatan (saat musyawarah mufakat)," kata Idris saat menyampaikan sambutan jelang pemilihan.

Dikatakan Idris saat itu, apa yang baik yang sudah dibuat oleh Ketua PWI Kepulauan Meranti 2014-2017 akan diteruskan, yang belum dilakukan akan menjadi tanggungjawab dirinya andai terpilih menjadi ketua. "Teman-teman wartawan akan diasuransikan. Anak-anak wartawan berprestasi kita berikan beasiswa, serta memperbanyak pakaian baju organisasi bagi anggota," ujar Idris.

Yang tak kalah menarik tawaran Idris saat itu, adalah disiapkannya lahan lebih kurang 50 hektar andai Ia terpilih menjadi ketua. Lahan itu akan dijadikan kebun untuk wartawan.

Idris juga sempat menyinggung masalah hubungan insan pers dengan Bagian Humas Setdakab Kepulauan Meranti yang sempat tidak harmonis. Idris juga mengklaim maju nya Ia di pemilihan Ketua PWI 2014-2017 adalah atas dorongan Bupati H Irwan MSi.

"Beban yang beliau titipkan inilah yang saya tanggung sekarang. Bupati mendukung saya untuk ikut pemilihan. Kalau saya tidak terpilih, saya tidak tau apakah beliau akan marah nantinya," ujar Idris.

Kemudian, Idris juga mengaku akan memperjuangkan kantor yang representatif dan permanen. Dilengkapi juga 4 unit sepeda motor tracker (trail).

Sebelum menjadi calon, terlebih dahulu divoting. Dari 3 suara pemilih, Ahmad Yuliar dapat 2 dukungan sementara Idris 1 suara dukungan.

Pimpinan sidang Eka Putra sempat menskor sidang karena memberi kesempatan untuk ketiga pemilik hak suara bermusyawarah mufakat. Waktu 15 menit tidak membuat ketiganya menemukan kata sepakat. Idris dan Ahmad Yuliar masih sama-sama ngotot untuk maju.

Kemudian, Eka Putra juga memberikan kesempatan kedua kepada Idris dan Amek untuk bermusyawarah mufakat. Namun, lagi-lagi tidak menemukan kata sepakat, dan mengharuskan adanya voting.

Setelah menempuh proses voting, pemilihan usai. Ahmad Yuliar kembali mendapat dua suara dukungan, sementara Idris satu suara. Ahmad Yuliar dinyatakan sebagai ketua PWI periode 2017-2020.

Tun Akhyar selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Riau mengaku telah menghubungi Dheni Kurnia (Ketua PWI Riau) untuk melaporkan langsung proses pemilihan. Dheni Kurnia sempat mempertanyakan apakah tidak bisa ditempuh jalan musyawarah mufakat, sehingga tidak harus melalui voting.

Kata Tun Akhyar, Dheni Kurnia melihat perolehan suara pertama (saat bakal calon menjadi calon dan Amek menang), Ia sudah menyatakan bahwa idak ada lagi perubahan suara. Dheni Kurnia juga berharap ketika Ahmad Yuliar jadi ketua, Idris SKM harus ditempatkan menjadi sekretaris.

Namun, dinihari itu juga, Idris SKM menolak untuk bergabung di kepengurusan PWI periode 2017-2020. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini