
PEKANBARU, GORIAU.COM - Selaku anak bangsa yang yang aktif di media sosial yang sering mengkritik KPK ini, Iwan Piliang mengungkapkan kegelisahannya terhadap carut marut persoalan bangsa, terutama terhadap proses penegakan hukum penanganan korupsi yang sekarang seolah tertumpu kepada KPK.
Demikian diungkapkan Iwan saat di temui di sela-sela menghadiri acara pelatihan yang ditaja oleh Bawaslu RI dan Bawaslu Riau di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Kamis (22/8/2013).
Iwan Piliang merasa bahwa KPK sendiri selaku lembaga superbody justru pada kenyataannya adalah lembaga yang tidak luput dari pengaruh intervensi penguasa. Kecenderungan itu menurutnya adalah ketika KPK selaku lambaga penegak hukum dengan latar belakang penyidik yang 99 persen diisi penyidik berasal dari Polri. ''Saya katakan 99 persen penyidik KPK berasal dari Polri, sudah dapat dipastikan secara kelembagaan penyidik KPK masih dibawah pengaruh Kapolri,'' katanya.
Ditanyakan kepada Iwan Piliang apa solusi terhadap penanganan korupsi jika masih ada yang meragukan lembaga KPK, menurut Iwan, solusi yang tepat adalah perkuat lembaga penegak hukum yang ada yaitu polisi, kejaksaan dan bubarkan KPK. ''Hitung lagi kerugian negara akibat adanya lembaga seperti KPK yang fungsinya tumpang tindih dengan lembaga pengegak hukum yang sudah ada,'' pintanya.
''Berapa banyak pemborosan keuangan negara akibat membiayai lembaga-lembaga ADHOC sejenisnya seperti KPK, KPI dan lain sebagainya itu, semua nggak jelas,'' katanya.
Masih menurut Iwan Piliang, tidak ada solusi lain, apakah itu undang-undangnya KPK-nya kembali diperbaiki atau tidak tetap saja sama. ''Kecenderungan saya lebih baik dibubarkan, misalkan saja seperti yang saya katakan tadi dengan 99 persen penyidik dari Polri, secara psiikologi penyidik KPK masih dibawah pengaruh Kapolri, dan hirarkinya Kapolri bertanggung jawab langsung kepada Presiden, nah disana kecendurangannya ada celah KPK bisa dipengaruhi penguasa di negeri ini,'' kata Iwan mengakhiri. (***/bun)