PEKANBARU, GORIAU.COM - Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK), menggelar unjuk rasa, Senin (14/9/2015) di dua instansi penegak hukum, Kejati dan Mapolda Riau. Mereka menuntut dua hal, yakni kejelasan kasus korupsi di Kampar dan dugaan korupsi di Universitas Lancang Kuning (Unilak).

Lokasi pertama yang disasar pendemo adalah kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati). Di sini puluhan mahasiswa mendesak Kejati untuk menyelesaikan dugaan kasus P4S, yang merupakan program untuk masyarakat dan dibiayai langsung dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melalui Badan dan Dinas yang ada di pemerintahan kampar.

Di sini pendemo sempat bersitegang dengan polisi dan anggota Kejati Riau. Bahkan salahseorang pendemo nyaris saja menendang Wakapolsek Pekanbaru Kota AKP Yudi Indranaldi. Massa juga mengancam akan membawa bensin ke Kejati, jika tuntutan mereka tidak direspon. Tak itu saja, Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan juga jadi bulan-bulanan hinaan mahasiswa.

"Sudah tiga Kajati diganti, tetap saja tak jalan, kalau tidak kita bawa bensin ke Kejati. Sudah empat tahun disampaikan, jangan Kajati cari kekayaan, kalau tidak silahkan angkat kaki darisini," sebut koordinator demo, Indra Gumawan.

"Kita tetap menampung aspirasi mahasiswa, dan Kejati masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi tentang dua tuntutan tersebut," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, Senin siang.

Desakan lainnya, terkait dugaan korupsi pembangunan gedung unit kegiatan mahasiswa fakultas ekonomi Unilak yang digelar di depan Mapolda. "Kita minta Kapolda Riau segera melengkapi berkas penyelidikan dan memeriksa Dekan fakultas ekonomi dan jajarannya. Tangkap dan penjarakan Rektor Unilak," sambungnya di lokasi berbeda, yakni Mapolda Riau.

Pejabat di Unilak, sambungnya diduga sudah melakukan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), atas beberapa proyek, termasuk yang bersumber dari dana hibah (APBD) Riau. "Banyak penyelewengan anggaran. Kejati dan Polda harus bisa membuka seterang-terangnya dua kasus ini, jangan ada pembiaran," tukasnya.

Pantauan GoRiau.com, massa memulai aksinya dengan longmarch dari Jalan Cutnyakdin Pekanbaru, menuju bundaran Zapin lalu bergeser ke Kejati. Usai itu mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Mapolda, masih terkait kasus KKN di Unilak tersebut. (had)