DURI, GORIAU.COM - Lebih dari satu bulan masyarakat Provinsi Riau, khususnya di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dipaksa menghirup udara beracun yang terkandung dalam asap akibat terbakarnya lahan dan hutan. Dari catatan UPTD Kesehatan Kecamatan Mandau, hingga tanggal 12 September 2015, korban Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) akibat asap baru 124 jiwa.

"Selain ISPA ada juga penyakit lainnya yang disebabkan akibat asap ini, seperti pneumonia 2 orang, asma 5 orang iritasi kulit 2 orang dan iritasi mata 2 orang," ungkap Kepala UPTD Kesehatan Kecamatan Mandau, Betty Sanusi kepada GoRiau.com, Senin (14/9/2015).

Dengan menggunakan ambulance keliling setiap pagi, sambung Betty, UPTD Kesehatan juga menghimbau kepada masyarakat memberikan antisipasi dampak kabut asap bagi kesehatan. Juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang datang ke 3 Puskesmas yang datang berobat di Kecamatan Mandau.

"Puskesmas Pembantu atau Pustu selama 24 jam siap melayani masyarakat dan juga digunakan sebagai posko darurat asap," katanya. Dimana ketiga Puskesmas di Mandau berada di Kota Duri, Desa Balai Makam dan Desa Sebangar.

UPTD Kesehatan mendapatkan bantuan 4.000 masker dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dan 1.000 masker dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, lanjut Betty. Yang mana 4.000 masker sudah habis dibagikan kepada masyarakat dan persediaan masker saat ini tinggal 1.000 masker.

"Kita rencananya akan mengajukan permintaan penambahan masker sebanyak 5.000 buah ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. Kalau dari jumlah penduduk, kebutuhan masker kita sangat tidak mencukupi. Apalagi persediaan masker kita saat ini terbatas," tutup Betty menjelaskan.(ric)