TEMBILAHAN- Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Inhil, Riau berusaha mengakomodir apa yang diinginkan oleh pedagang di Pasar Terapung Tembilahan. Dimana pedagang meminta lantai dua pasar dibongkar atau pasar dibangun ulang.

Untuk itulah, Disperindag Inhil bersama 9 SKPD terkait lainnya, yaitu Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perhubungan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Lingkungan Hidup, Komisi II DPRD dan Kecamatan Tembilahan akan berkunjung ke Pemerintah Provinsi, Senin (16/5/2016).

''Iya, kita akan ke Pemprov untuk membahas terkait Pasar Terapung yang ambruk, karena kita ingin dibantu sokongan dana,'' sebut Kabid Pasar, Ahmad Fitri kepada GoRiau.com.

Sebelum ke Pemprov, ia menjelaskan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan apa yang diingin pedagang tersebut ke Bupati Inhil, HM Wardan.

Sebenarnya, dijelaskan Ahmad Fitri, saat Gubernur Riau masih dijabat oleh Annas Maamun, Pasar Terapung dijanjikan akan dibangun ulang dengan dana dari Pemprov Riau sebesar Rp40 miliar.

Namun, saat dibuat DED (Detail Engineering Design) ternyata dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar tersebut mencapai Rp120 miliar, karena hal itu, maka pembangunan pasar jadi tertunda.

''Makanya kita harus meminta kembali, karena kalau menggunakan APBD Inhil tidak akan mencukupi, kalaupun juga ingin dibongkar pada lantai dua, tetap nunggu APBD Perubahan,'' tukas Ahmad Fitri.(*/ayu)