DURI, GORIAU.COM - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, nampaknya tidak ada penyelesaiannya. Masyarakat dipaksa untuk menghirup asap, bahkan anak bayi pun meninggal dunia karena terjangkit ISPA. Selain bayi dan anak-anak, orang dewasa pun ikutan sesak nafas. Sampai kapan masyarakat harus menderita seperti ini.

Kabut asap tidak hanya menyerang kesehatan, dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis pun ikutan lumpuh. Dimana, saat ini kegiatan belajar di sekolah diliburkan, gara-gara kabut asap. Parahnya lagi, ujian ulangan tengah semester tingkat SD sampai SMA yang seharusnya dilaksanakan hari ini, Senin (5/10/2015) ditunda.

"Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis kembali meliburkan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah, karena kabut asap semakin pekat," ujar Plt Kepala Disdik Kabupaten Bengkalis, Heri Indra Putra saat dikonfirmasi GoRiau.com, melalui Sekertaris Disdik, Supardi.

Libur yang diberlakukan Disdik Kabupaten Bengkalis sifatnya situasional, sambungnya. Namun, pelajar yang libur harus diberikan tugas oleh pihak sekolah. Sehingga pelajar yang libur memiliki pekerjaan rumah dan belajar saat berada di rumah.

"Kalau kabut asap masik pekat, kegiatan belajar masih diliburkan," tutup Supardi mengatakan kebijakan itu berdasarkan hasil seminar dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini di Kota Pekanbaru.

Kabut asap yang terjadi diseluruh daerah di Provinsi Riau, mengakibatkan pendidikan terganggu. Mengapa pemerintah masih tutup mata, saat bencana asap terjadi di Provinsi Riau.(ric)