SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Siak telah mempertemukan antara PT. Energi Mega Persada Malacca Strait SA (EMP MSSA) dan Bina Cinta Alam (BCA) Kabupaten Siak, Senin (17/3/2014). Hal itu menyusul adanya tuntutan dari BCA Siak untuk minta ganti Mangrove yang mati akibat bocornya pipa minyak di Selat Lalang.

"Kami dari BLH Siak sudah memfasilitasi BCA Siak dan PT. EMP," ujar Kepala BLH Siak H. Sadikin, S.Sos melalui Kabid Pengawasan dan Pengendalian BLH Siak Syaiful Amar, S.Sos.

Dalam pertemuan itu, kata Syaiful, telah disepakati beberapa hal. Semua kesepakatan itu diserahkan sepenuhnya kepada kedua belah pihak. "Salah satunya, PT. EMP MSSA bertanggung jawab untuk mengganti tanaman Mangrove milik BCA Siak yang mati," ujar Syaiful.

Meskipun matinya tanaman Mangrove bukan akibat dari tumpahan minyak, PT. EMP tetap akan menjaga dan memeliharanya. "Pemeliharaan lingkungan itu melalui CSR-nya," kata Syaiful.

Walau demikian, PT. EMP MSSA dan BCA Siak akan bersama-sama meninjau lokasi tanaman Mangrove milik BCA. Namun, kata Syaiful, untuk waktu diserahkan kepada kesepakatan kedua belah pihak. "Tapi, kami akan ikut sebagai pendamping," tegas Syaiful.

Menanggapi hal itu, Ketu BCA Siak Tarsono Renggo mengatakan tinjauan ke lapangan akan dilakukan pada Selasa (18/3/2014). "Insyaallah, besok kami akan secara bersama-sama turun ke lapangan," ucapnya.

Sementara itu, dari pihak PT. EMP MSSA hadir sebanyak lima orang. Mereka adalah Adiyana, Didik Kuswanto, Asden Sianturi, Asrizal dan Manshur Dwi Bhakti.

Walau hadir lima orang, tidak satupun perwakilan PT. EMP MSSA mau menanggapi pecahnya pipa di bawah laut. "SOP-nya, pernyataan keluar satu pintu. Nanti kami kirim ke email, ya," ujarnya.(san)