
PEKANBARU - Sudah hampir tiga jam, keempat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau berada di ruangan Royal VIP 513 RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru mengikuti pemeriksaan psikologi untuk melengkapi syarat penetapan calon Gubri dan Wagubri 2018.
Ketua Divisi Teknis KPU Riau, Abdul Hamid saat dikonfirmasi GoRiau.com menyebutkan pemeriksaan jasmani dan rohani paslon Gubri 2018 ini dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan KPU Pusat.
Pemeriksaan kesehatan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018 dilakukan oleh tim kerjasama yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan psikolog dan Direktur RSUD Arifin Ahmad.
"Semua paslon akan diperiksa sesuai dengan standarisasi yang sudah ditetapkan KPU pusat. Dan hasilnya tanggal 15 ata16 Januari sudah masuk ke KPU Riau. Mengenai plenonya nanti tim medis yang melakukannya," kata Abdul Hamid.
Saat ditanyakan apakah jika dari hasil pemeriksaan ada paslon yang terindikasi mengkonsumsi narkoba, Abdul Hamid enggan menanggapi apakah paslon tersebut dinyatakan gagal atau mengganti pasangannya.
"Nanti akan ada pemerikaaan lanjutan lagi. Artinya kalau memang ada indikasi kita tidak tahu, karena kita hanya menerima hasilnya saja. Layak atau tidak," kata Abdul Hamid kepada GoRiau.com
"Kalau soal hasil itu nanti kita tidak bisa membeberkannya. Yang kita terima itu nanti dari tim media ini paslon itu layak atau tidak. Dan nanti akan kita diskusikan lagi dengan KPU. Seperti apa akan kita diskusikan lagi sesuai aturan saja. Mengacu ke aturan saja," kata Abdul Hamid.
Tentunya, sebagai calon kepala daerah, mereka harus mampu memenuhi syarat secara jasmani maupun rohani untuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.
"Penilaian tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemeriksaan kesehatan yang memenuhi persyaratan obyektif-ilmiah berlandaskan ilmu kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine)," tutupnya.
Pantauan GoRiau.com, lantai 5 RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru menjelang salat jumaat masih padat orang. Mulai dari tim rekap medis, pengamanan dari pihak kepolisian, relawan masing-masing paslon serta awak media yang memburu berita. ***