
KUPANG – Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Ferdinandus Jehalut menilai gaya komunikasi publik Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang natural dan terbuka mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Menurut Ferdinandus, Kamis malam (30/10/2025), dari perspektif komunikasi politik, gaya komunikasi Purbaya yang anti-kemapanan dan lugas menjadi daya tarik tersendiri di mata masyarakat. Sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan RI pada 8 September 2025, Purbaya dinilai berhasil menciptakan citra baru di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Purbaya mampu mengangkat kembali kepercayaan publik yang sempat turun selama ini,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan publik terhadap potensi populisme. Ferdinandus menekankan perlunya menggunakan perspektif hermeneutika kecurigaan dalam memahami kekuasaan dan kebijakan publik agar masyarakat tidak mudah terjebak pada narasi politik yang menyesatkan.
Ia juga menilai keputusan Presiden Prabowo menunjuk Purbaya sebagai Menkeu merupakan langkah strategis. Sentimen positif masyarakat terhadap Purbaya menunjukkan bahwa publik mendambakan pejabat yang berintegritas dan komunikatif. “Pemerintah sebaiknya melibatkan lebih banyak teknokrat di kabinet agar kebijakan publik tidak semata berorientasi pada kepentingan elektoral,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ferdinandus menyebut figur seperti Purbaya juga dibutuhkan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, masyarakat di daerah memerlukan pemimpin yang jujur, terbuka, dan tidak terjebak pada pola komunikasi birokratis. “Komunikasi publik yang buruk dapat menimbulkan kebingungan dan menghambat pembangunan. Karena itu, komunikasi harus dirancang secara matang, natural, dan tidak manipulatif,” paparnya. ***