SELATPANJANG - Dusun Parit Besar Desa Kedabu Rapat Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Riau, dapat jatah cetak sawah seluas 150 hektar. Di samping kabar gembira itu, ada pula kabar buruk, dimana ancaman utama di daerah itu adalah intrusi air laut.

Hal itu diakui warga kelahiran Kedabu Rapat, Cik Ruslan, yang juga ketua Geranat Kepulauan Meranti, Minggu (5/6/2016).

Didampingi beberapa masyarakat Kedabu Rapat lainnya, Cik Ruslan mengucapkan terima kasih adanya program pemerintah masuk ke desa tempat kelahirannya itu. Yaitu, cetak sawah seluas lebih kurang 150 hektar.

Namun, diharapkan dana yang digelontorkan pemerintah itu harus memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Dimana, jika tanpa tanggul raksasa, dikhawatirkan dana dari pemerintah akan terbuang percuma. Lokasi cetak sawah akan dimasuki air laut, sebab Kedabu Rapat terletak di depan Selat Melaka.

"Di waktu-waktu tertentukan gelombang kuat. Tanpa tanggul, kita takut program ini tak memberikan dampak maksimal pada masyarakat setempat," ujarnya lagi.

"Agar tidak jadi usaha sia-sia, mau tak mau Pemda harus secepatnya membangun tanggul raksasa itu," tambah Cik Ruslan lagi.

Adapun kebutuhan tanggul sepanjang lebih kurang 22 KM. ***