PASIR PANGARAIAN, GORIAU.COM - Pergantian tahun baru hijriah harus dijadikan sebagai konsep dan diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Hijrah pada masa dahulu berpindah secara fisik, namun hijrah pada masa kini berpindah secara non fisik.

Demikian dikatakan Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan di Pasir Pangaraian, Senin (27/10/2014).

Menurutnya, setidaknya ada 4 bentuk hijrah yang harus dilakukan sekarang, yaitu, pertama, hijrah mental yakni berubah dari mentalitas lemah menjadi mentalitas kuat, berubah dari mentalitas negatif menjadi mentalitas positif.

Kedua, hijrah kultural, yakni berubah dari kebodohan menjadi kepintaran dan ilmu pengetahuan. Ketiga, Hijrah material, yakni berubah dari kemiskinan menjadi kaya raya dan penyantun. Keempat, hijrah sosial, yakni berubah dari kurang peduli kepada sesama menjadi peduli antar sesama.

Di waktu yang berbeda, Bupati Rohul Achmad, mengatakan, bulan Muharram ini momentum penting dan strategis dalam pengembangan agama Islam, baik pada masa dahulu (masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin), masa kini dan bahkan di masa-masa mendatang.

Katanya, lagi jadi Hijrah harus dapat berperan atau semacam konsep dan prinsip dalam hidup dan kehidupan manusia. Hijrah maknanya berpindah dan atau berubah. Setiap manusia harus melakukan perubahan pada dirinya. Berubah dari yang buruk menjadi baik, berubah dari malas menjadi rajin, berubah dari miskin menjadi kaya dan lainnya. (ram)