PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memberikan arahan tegas kepada para finalis Bujang Dara Pekanbaru Tahun 2026 agar mampu mengemban tanggung jawab sebagai promotor utama pariwisata daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri malam puncak pemilihan duta wisata yang berlangsung di halaman Mal Pelayanan Publik, Sabtu (20/6/2026).

Agung menilai ajang ini jauh melampaui sekadar kompetisi kecantikan atau ketampanan fisik semata. Ia mengapresiasi keberanian seluruh finalis yang telah keluar dari zona nyaman untuk berkompetisi dan mengasah potensi diri di hadapan publik.

"Banyak anak-anak muda yang masih berada pada posisi zona nyaman, tetapi 24 finalis ini berani keluar dari zona nyaman," ujar Agung.

Sebagai wajah Kota Pekanbaru, duta wisata dituntut untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter yang kuat, serta tata krama yang baik. Menurutnya, popularitas di media sosial bukanlah tolak ukur utama bagi seorang duta daerah, melainkan kemampuan untuk merepresentasikan nilai-nilai budaya dan wawasan luas tentang potensi lokal.

"Kalau cantik dan tampan itu banyak di media sosial, tapi cantik dan tampan yang punya wawasan, karakter, adab, dan kecintaan terhadap Kota Pekanbaru," jelasnya.

Lebih lanjut, peran Bujang dan Dara sangat strategis dalam menyebarkan informasi mengenai pesona budaya serta destinasi wisata yang ada di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Pemerintah kota berharap para finalis mampu menjadi teladan bagi generasi muda lainnya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur kebudayaan.

Kehadiran sosok duta wisata yang berkarakter diharapkan dapat menarik minat wisatawan lebih banyak lagi, sekaligus menjadi pemantik bagi anak muda Pekanbaru untuk lebih mencintai daerahnya sendiri. Dengan sinergi antara pemerintah dan para duta wisata, potensi pariwisata Pekanbaru diproyeksikan akan semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.***