
TELUKKUANTAN - Hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang lebaran idul fitri. Tidak tertutup kemungkinan, kondisi tersebut juga akan terjadi di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tahun ini.
Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi, SAg kepada GoRiau.com, Jumat (10/6/2016) sore.
"Karena itu, pemerintah dan aparat kepolisian harus memantau setiap SPBU di Kuansing," ujar Musliadi.
Ia berharap, seluruh SPBU tidak lagi melayani penjualan BBM menggunakan jeriken. Sebab, hal itu bisa memicu kelangkaan BBM jelang lebaran.
"Seperti yang kita lihat, pembeli dengan jeriken sering menumpuk BBM. Apalagi jelang lebaran, ketika terjadi krisis mereka akan menjual dengan harga tinggi," tutur Musliadi.
Agar ketersediaan BBM terjamin, lanjut dia, pemerintah harus turun tangan. Jangan percayakan kepada Pertamina. Sebab, ia menilai selama ini Pertamina sangat lalai dan ada semacam pembiaran terhadap SPBU nakal.
"Yang bisa memberi sanksi terhadap SPBU hanya pertamina. Namun, sekarang terjadi semacam kongkalikong antara Pertamina dengan SPBU nakal," pungkas Musliadi.***