RENGAT, GORIAU.COM -Berhubung Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) setiap tahunnya menjadi langganan bencana alam terutama banjir, pemerintah Kabupaten Inhu pada Tahun 2014 mendatang akan membangun rumah evakuasi masyarakat di lokasi atau daerah yang menjadi langganan banjir tersebut.

"Pada tahun 2014 mendatang, kita sudah mengajukan pembangunan rumah evakuasi untuk masyarakat yang menjadi korban banjir, pembangunan rumah evakuasi tersebut dipusatkan didaerah yang rawan tertimpa bencana banjir, demikian diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangasa Politik dan Penaggulangan Bencana daerah (PBD), Selasa (10/12/2013). 

Disebutkan Adri, hal itu guna, masyarakat yang tertimpa musibah, seperti banjir, puting beliung dal lain sebagainya yang sudah dievakuasi dapat ditampung di rumah tersebut. Disamping itu, rumah evakuasi ini juga dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sarana pelayanan kesehatan dikala banjir dan sara umum lainnya, sebut Adri.

Selain itu, pasca bajir rumah evakuasi ini juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk keperluan umum masyarkat setempat, seperti untuk musyawarah desa, sebagai sarana pendidikan non formal dan bahkan sebagai tempat sarana pendidikan formal jika sekolah yang ada di daerah itu terendam banjir dan lain sebagainya, tambah nya.

Dalam pada itu, Badan Kesbangpol PBD Inhu baru-baru ini juga sudah menyerahkan bantuan 10 unit sampan kayu berkapsitas 1 Ton untuk petani pekebun yang kebun mereka terendam banjir. Bantuan sampan tersebut guna memudahkan para petani yang kesulitan membawa hasil panen mereka pada saat banjir tiba.10 unit sampan tersebut diserahkan di beberapa kecamatan yang menjadi langganan banjir, seperti halnya di Kecamatan Rengat sebanyak 2 sampan, yakni di Desa Sungi Raya dan Desa Kuba Jembatan II, Dikecamatan Rengat Barat sebanyak 3 sampan, yakni di Desa Talang Jerinjing dan Desa Danau Baru serta di Jembatan III Kelurahan Pematang Reba.

Selain itu, untuk Kecamatan Kula Cenaku 1 unit, yaitu di Desa Tambak, pada Kecamatan Kelayang 2 unit, yakni Desa Polak Pisang dan Pulau Sengkilo, untuk Kecamatan Rakit kulim 1 unit, yakni di Desa Kuantan Tenang dan 1 unit untuk Kecamatan Batang Gangsal, yaitu di Desa Penyaguan.

Sedangkan bagi daerah rawan banjir yang belum mendapatkan bantuan sampan tersebut, Badan Kesbangpol PBD untuk tahun 2014 kembali mengajukan penambahan pembelian sampan tersebut sebanyak 15 unit, ini natinya juga akan dibagikan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kesulitan masyarakat, pungkas mantan Camat Rengat dan Rengat Barat tersebut.(jef)